POJOKSATU.id, KARAWANG - Satgas Citarum Harum Sektor 10 bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik kertas PT Bukit Muria Jaya (BMJ) di wilayah Karawang Barat, Selasa 19 Mei 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap industri yang berada di kawasan aliran Sungai Citarum agar tetap mematuhi aturan pengelolaan lingkungan hidup dan tidak menimbulkan pencemaran.

Sidak dipimpin langsung Dansektor 10 Citarum Harum Kolonel Inf Satyo Ariyanto bersama perwakilan DLH Kabupaten Karawang, M. Sham Budiman.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik perusahaan serta mengambil sampel langsung dari titik outlet pembuangan limbah cair.

Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan seluruh parameter limbah cair PT BMJ masih berada di bawah ambang batas baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan hasil pengujian, kadar pH tercatat di angka 7,6 dengan standar baku mutu antara 6 hingga 9. Suhu limbah cair berada di angka 39,9 derajat celcius, masih di bawah batas maksimal 40 derajat celcius.

Baca Juga: Cara Daftar Beasiswa Indonesia Bangkit 2026, Kuliah Gratis S1 hingga S3 Dalam dan Luar Negeri

Sementara itu, Chemical Oxygen Demand (COD) tercatat sebesar 79 mg/L dari batas maksimal 100 mg/L. Adapun Total Suspended Solid (TSS) berada di angka 11,29 mg/L, jauh di bawah ambang batas 30 mg/L.

Petugas juga mengapresiasi penggunaan teknologi SPARING atau Sistem Pemantauan Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan yang diterapkan PT BMJ.

Melalui sistem digital tersebut, kualitas limbah cair dapat dipantau secara real-time dan terhubung langsung dengan sistem pemerintah sehingga memudahkan pengawasan lingkungan secara berkelanjutan.

Selain memastikan kualitas limbah cair aman, tim sidak juga menilai tata kelola lingkungan di area pabrik cukup baik. Area pengolahan terlihat rapi, terawat, dan tidak ditemukan indikasi pencemaran di sekitar outlet IPAL.

Dansektor 10 Citarum Harum Kolonel Inf Satyo Ariyanto mengatakan pengawasan terhadap industri akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian Sungai Citarum.

“Dari hasil pengecekan langsung dan pengujian sampel hari ini, seluruh parameter limbah cair PT BMJ masih berada di bawah ambang batas. Kami tidak menemukan indikasi pencemaran dari outlet IPAL, dan penerapan sistem SPARING di sini juga sudah berjalan dengan baik,” ujar Satyo Ariyanto.

Baca Juga: Massa Minta KPK Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Pinjaman ke Bank Himbara

Meski hasil sidak menunjukkan kondisi aman, pihaknya tetap mengingatkan manajemen perusahaan agar tidak lengah dalam menjaga kualitas pengelolaan lingkungan.

Menurutnya, konsistensi pengelolaan IPAL menjadi faktor penting agar kualitas air limbah tetap stabil dan tidak berdampak pada ekosistem Sungai Citarum.

“Kami meminta manajemen untuk tetap menjaga konsistensi pengelolaan lingkungan ini. Pastikan fasilitas IPAL dirawat optimal dan kualitas air limbah selalu terpantau demi kelestarian Sungai Citarum secara berkelanjutan,” tegasnya.

Program Citarum Harum sendiri terus menggencarkan pengawasan terhadap aktivitas industri di sepanjang daerah aliran sungai. Pemerintah berharap seluruh perusahaan memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kualitas lingkungan hidup. ***