POJOKSATU.id, KARAWANG — Tingginya kunjungan pasien membuat pelayanan di RSUD Jatisari, Kabupaten Karawang, mengalami kepadatan.
Saat ini, seluruh kapasitas 100 tempat tidur (bed) di rumah sakit tersebut telah terisi. Sementara itu, 18 bed di IGD juga dalam kondisi penuh.
Direktur RSUD Jatisari, dr. Hj. Anisah, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pihak rumah sakit dalam memberikan pelayanan secara optimal.
Meski demikian, seluruh pasien tetap ditangani berdasarkan kondisi dan tingkat kegawatdaruratannya.
“Memang saat ini kondisi rumah sakit sedang penuh. Seluruh 100 tempat tidur terisi dan IGD dengan 18 bed juga penuh. Kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien,” ujar dr. Hj. Anisah, Kamis (24/9/2026).
Ia menjelaskan, setiap pasien yang datang melalui IGD akan menjalani proses triase. Pasien dengan kondisi darurat dan membutuhkan penanganan segera akan menjadi prioritas.
“Kami menerapkan skala prioritas berdasarkan kondisi medis pasien. Pasien yang membutuhkan pertolongan segera akan didahulukan,” jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau memanfaatkan fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan. Keluhan yang masih ringan dan tidak bersifat darurat dapat terlebih dahulu diperiksa di puskesmas atau klinik.
Masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti menjaga kebersihan lingkungan, rajin mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, cukup minum dan beristirahat.
“Kami mengajak masyarakat membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Pencegahan dapat dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar,” tuturnya.
Dr. Hj. Anisah menegaskan, pelayanan di RSUD Jatisari tetap diberikan tanpa membedakan pasien berdasarkan kepesertaan jaminan kesehatan.
“Prinsip kami adalah keselamatan dan kebutuhan medis pasien. Baik pasien BPJS maupun umum, semuanya kami layani sesuai ketentuan,” tegasnya.
Dengan kondisi kapasitas rumah sakit yang sedang penuh, masyarakat diminta tetap tenang dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan yang semakin berat.
“Kami mohon pengertian masyarakat karena saat ini kapasitas sedang penuh. Kami terus melakukan pengaturan pelayanan agar pasien tetap mendapatkan penanganan secara optimal,” pungkasnya.**




