POJOKSATU.id, KARAWANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jatisari Kabupaten Karawang kini menghadirkan layanan Poliklinik Orthopedi dan Traumatologi yang ditangani langsung oleh dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, dr. Moh Arie Arifin, Sp.OT.
Kehadiran layanan ini menjadi langkah RSUD Jatisari dalam memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pada tulang, persendian, otot, ligamen, saraf, hingga berbagai cedera akibat kecelakaan maupun olahraga.
Masyarakat dapat memanfaatkan layanan konsultasi dan pemeriksaan setiap Senin, Selasa, dan Kamis pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Namun jadwal praktik bersifat tentatif sehingga pasien disarankan melakukan konfirmasi terlebih dahulu melalui kanal resmi RSUD Jatisari sebelum datang berobat.
Selain menangani kasus patah tulang, layanan ortopedi dan traumatologi juga melayani berbagai kelainan tulang dan sendi, cedera olahraga, cedera kerja, hingga penyakit degeneratif yang banyak dialami masyarakat lanjut usia.
dr. Moh Arie Arifin mengungkapkan dirinya merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang. Ia menempuh pendidikan dokter umum hingga spesialis ortopedi di kampus yang sama dan lulus sebagai dokter spesialis pada tahun 2023.
"Saya berasal dari Malang, Jawa Timur. Pendidikan dokter umum maupun spesialis ortopedi saya tempuh di Universitas Brawijaya. Setelah lulus tahun 2023, saya mulai bertugas di Karawang pada awal 2025," ujarnya.
Menurut dr. Moh Arie, masih banyak masyarakat yang beranggapan dokter ortopedi hanya menangani kasus patah tulang. Padahal cakupan ilmu ortopedi jauh lebih luas karena berkaitan dengan sistem gerak manusia secara keseluruhan.
"Ortopedi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari dan menangani tulang, persendian, otot, ligamen, saraf hingga tulang rawan. Jadi bukan hanya patah tulang, tetapi juga berbagai kelainan sistem gerak manusia," jelasnya.
Kasus yang paling sering ditangani antara lain patah tulang akibat kecelakaan lalu lintas, cedera kerja di kawasan industri, cedera olahraga, kelainan bawaan seperti kaki bengkok dan dislokasi sejak lahir, skoliosis, pengapuran sendi, saraf terjepit, frozen shoulder hingga tumor tulang.
Ia mengatakan kasus degeneratif seperti pengapuran sendi lutut, gangguan pada bahu, tulang belakang hingga saraf terjepit menjadi keluhan yang paling banyak ditemukan pada pasien usia lanjut.
Sebagai kawasan industri besar, Karawang juga memiliki angka cedera kerja yang cukup tinggi. RSUD Jatisari kerap menerima pasien dengan patah tulang akibat kecelakaan kerja, mulai dari tangan terjepit mesin hingga trauma berat pada anggota gerak akibat alat berat.
"Karawang merupakan kawasan industri besar sehingga kami cukup sering menangani pasien dengan patah tulang akibat kecelakaan kerja maupun trauma berat lainnya," katanya.
Selain itu, meningkatnya aktivitas olahraga seperti futsal, tenis, lari hingga padel juga membuat jumlah pasien dengan cedera ligamen dan persendian terus bertambah.
dr. Moh Arie mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami patah tulang atau cedera berat. Menurutnya, penanganan yang cepat akan memberikan hasil penyembuhan yang jauh lebih baik.
"Kalau mengalami patah tulang, segera datang ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan foto rontgen. Semakin cepat ditangani, semakin baik hasil penyembuhannya," tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung memijat bagian tubuh yang mengalami cedera setelah terjatuh atau terkilir sebelum mendapatkan pemeriksaan medis.
"Kalau terkilir atau jatuh, sebaiknya diperiksa dulu untuk memastikan tidak ada patah tulang atau robekan ligamen. Jangan langsung dipijat karena justru dapat memperparah cedera," ujarnya.
Terkait kesiapan pelayanan, dr. Moh Arie menyebut RSUD Jatisari saat ini telah siap memberikan penanganan awal terhadap pasien trauma tulang dan sendi serta menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi masyarakat wilayah Jatisari dan sekitarnya.
Pelayanan Poliklinik Orthopedi dan Traumatologi RSUD Jatisari tersedia setiap Senin, Selasa, dan Kamis pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Masyarakat diimbau melakukan konfirmasi jadwal terlebih dahulu karena sewaktu-waktu dapat berubah sesuai kondisi pelayanan rumah sakit.
Dengan hadirnya layanan spesialis ortopedi dan traumatologi tersebut, RSUD Jatisari berharap masyarakat Karawang, khususnya wilayah timur dan Pantura, dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan tulang dan sendi yang lebih dekat, cepat, serta ditangani oleh tenaga medis yang kompeten. ***




