POJOKSATU.id, KARAWANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang mencatat realisasi investasi pada triwulan ketiga tahun 2024 mencapai Rp 48,6 triliun. Angka ini sudah melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni Rp 42,7 triliun.

Kepala DPMPTSP Karawang, Wawan Setiawan, menyebutkan bahwa dari data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 42,05 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 6,6 triliun untuk periode Januari hingga September 2024.

"Total realisasi investasi PMA dan PMDN mencapai Rp 48,6 triliun, melampaui target sebesar Rp 42,7 triliun," ujar Wawan Setiawan.

### Serapan Tenaga Kerja dan Dorongan untuk Kolaborasi UMKM
Selain mencatat realisasi investasi yang signifikan, penyerapan tenaga kerja di Karawang juga meningkat, dengan total 16.660 orang yang terserap pada periode Januari hingga September 2024. Wawan menyatakan bahwa tingginya realisasi investasi ini didorong oleh banyaknya investor asing yang masuk ke wilayah Karawang.

Baca Juga: Anggota DPRD Karawang Soroti Disnakertrans yang Dinilai Gagal Atasi Pengangguran

Meski demikian, pihaknya juga terus mendorong para pengusaha besar untuk bermitra dengan UMKM lokal agar dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja. "Meskipun realisasi investasi tinggi, mayoritas investor di Karawang adalah pengusaha padat modal yang menggunakan teknologi tinggi," jelas Wawan.

### Program 1 Juta NIB untuk Pelaku UMKM
DPMPTSP Karawang juga gencar mendorong program 1 juta Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menciptakan peluang kerja baru. Provinsi Jawa Barat menargetkan Karawang untuk menerbitkan 50 ribu NIB, dan hingga saat ini, DPMPTSP Karawang telah berhasil melampaui target tersebut.

Baca Juga: Acep Jamhuri Borong Dagangan Warga di Karawang Timur, Disambut Antusias Masyarakat

"Kami berhasil melampaui target yang ditetapkan oleh Pemprov Jabar, dan kami akan terus mendukung para pelaku UMKM untuk mendapatkan NIB guna memperluas peluang bisnis mereka," tambah Wawan.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa Karawang terus menunjukkan potensi investasi yang besar, baik dari investor asing maupun domestik. Keberhasilan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal. ***