POJOKSATU.id, KARAWANG – Ratusan hektare lahan pertanian di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, terancam gagal panen. Penyebabnya adalah normalisasi sungai yang dilakukan secara tidak menyeluruh oleh Dinas PUPR Kabupaten Karawang, sehingga menghambat aliran air ke sejumlah desa.

Desa yang terdampak serius antara lain Desa Bolang, Kutamakmur, dan Srikamulyan, di mana para petani mulai mengeluhkan kondisi tanah yang mulai mengering akibat minimnya pasokan air.

Bos Aju, petani asal Desa Bolang, mengungkapkan bahwa pengerjaan normalisasi yang dilakukan bulan lalu justru menyisakan masalah baru.

“PUPR masuk tapi nggak urut, malah desa kami dilewat. Sungai belum dikeruk, jembatannya juga rendah, jadi air dari hulu tertahan. Kalau dibiarkan, 3 hari lagi sawah mulai retak dan tanamannya mati,” keluh Bos Aju saat ditemui pada Sabtu (26/7/2025).

Aliran air disebut-sebut tertahan di Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, yang justru belum disentuh pengerjaan normalisasi. Akibatnya, desa-desa di hilir sungai justru kekurangan air.

Baca Juga: HRD PT FCC IndonesiaTak Hadir RDP, DPRD dan Warga Karawang Merasa Dilecehkan

Haris Fadilah, tokoh masyarakat Tirtajaya, turut angkat suara soal kondisi ini. Ia menilai pemerintah daerah perlu melihat langsung ke lapangan, bukan hanya berdasarkan laporan di atas meja.

“Masalah ini bukan sekadar teknis, tapi menyangkut nasib ratusan petani. Kami minta PUPR dan dinas terkait segera turun langsung dan lakukan normalisasi dari hulu ke hilir. Jangan asal normalisasi tanpa perhitungan,” tegas Haris.

Menurutnya, jika tidak ada langkah cepat dan konkret, maka bukan hanya gagal panen yang akan terjadi, tetapi juga krisis ekonomi kecil-kecilan bagi masyarakat desa yang bergantung pada pertanian.

“Bayangkan, sudah tanam, keluar biaya besar, tapi air tidak mengalir. Ini bukan bencana alam, ini kelalaian perencanaan,” tambah Haris.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti kondisi ini dan menuntaskan normalisasi sungai secara menyeluruh agar krisis air irigasi tidak semakin parah dan gagal panen dapat dicegah. ***