POJOKSATU.id, KARAWANG – Ratusan warga, sebagian besar kaum emak-emak, menggerebek lokalisasi prostitusi Bodeman Maningkem yang terletak di Dusun Bakan Jati, Desa Karangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, pada Jumat (11/10/2024).

Aksi ini dipicu oleh keresahan warga terhadap keberadaan tempat prostitusi yang semakin ramai dikunjungi oleh pria hidung belang.

Baca Juga: Polisi dan Warga Klari Amankan Pelaku Pencurian di Kosan Karawang

Lokalisasi ini diduga menjadi pusat aktivitas prostitusi, di mana banyak wanita penghibur berkumpul. Warga, yang datang dari berbagai desa seperti Desa Amansari, Desa Dukuh Karya, Desa Karyasari, dan Desa Mulyajaya, langsung menyasar delapan rumah yang ditengarai menjadi tempat praktik prostitusi.

Salah satu warga yang turut dalam aksi penggerebekan, Acih, menyatakan bahwa mereka sudah lama geram dengan keberadaan lokalisasi tersebut, yang seolah tidak tersentuh oleh hukum.

Baca Juga: Acep Jamhuri Borong Dagangan Warga di Karawang Timur, Disambut Antusias Masyarakat

“Kami sudah sangat resah dengan adanya tempat ini, apalagi tidak pernah ada tindakan tegas dari penegak hukum. Jadi kami, ibu-ibu, yang akan bertindak untuk membubarkan tempat ini,” ujar Acih.

Saat penggerebekan berlangsung, warga tidak menemukan satu pun pekerja seks komersial (PSK) di lokasi. Acih menduga bahwa rencana penggerebekan ini telah bocor sebelumnya.

“Saya yakin informasinya sudah bocor, karena tidak ada satu pun PSK yang terlihat di sini. Kalau ada, kami pasti sudah meminta polisi untuk menangkap mereka,” tambah Acih.

Tidak menemukan para PSK, warga meluapkan amarah mereka dengan merusak fasilitas yang ada di rumah-rumah tersebut.

Baca Juga: Operasi Gabungan, Satpol PP Karawang Sita Ribuan Rokok Ilegal di Cikampek

Mereka melempar kasur ke irigasi, membakar beberapa kasur di jalan, serta melempar kursi-kursi ke saluran air yang diduga menjadi tempat aktivitas prostitusi.

“Sebagian dari kami melampiaskan amarah dengan melempar kasur dan kursi ke irigasi, bahkan ada yang membakar kasur di tengah jalan,” ungkap Acih.

Baca Juga: Kilas Balik 13 Tahun Perjalanan Ormas 234 SC di Kabupaten Karawang

Aksi ini akhirnya diredam setelah aparat kepolisian tiba di lokasi. Namun, warga tetap bersikukuh akan bertindak kembali jika praktik prostitusi di lokalisasi tersebut tidak segera dihentikan.

Warga berharap, dengan adanya aksi ini, pihak berwenang dapat mengambil tindakan tegas untuk menutup tempat tersebut dan memastikan tidak ada lagi aktivitas prostitusi yang meresahkan di wilayah mereka. ***