POJOKSATU.id, KARAWANG – Bagi sebagian mahasiswa, tanggal 21 April mungkin hanya sebatas peringatan sejarah. Namun bagi Putri Wahyu Primasti, mahasiswi Program Studi Farmasi di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Hari Kartini adalah momen refleksi tentang peran perempuan dalam dunia yang masih penuh tantangan.
Berkutat dengan buku, mikroskop, dan praktik laboratorium, Putri menjalani hari-harinya di kampus sebagai perempuan muda yang menolak tunduk pada stigma. Ia percaya, setiap langkah yang diambilnya hari ini adalah bagian dari perjuangan panjang yang dulu telah dimulai oleh R.A. Kartini.
"Farmasi itu dunia yang menuntut ketelitian, sains, dan logika. Kadang masih ada anggapan bahwa perempuan kurang cocok di bidang ini. Tapi saya justru ingin membuktikan sebaliknya," ujar Putri saat ditemui di ruang praktikum kampus.
Di luar kesibukan akademik, Putri aktif di berbagai kegiatan organisasi kampus. Ia ingin membangun ruang-ruang aman dan produktif untuk perempuan muda, serta menumbuhkan semangat kolaborasi antarmahasiswa.
Baca Juga: Hari Kartini, Bidan Irenne Dorong Perempuan Karawang Lebih Peduli Kesehatan
Baginya, emansipasi hari ini tak lagi sekadar soal akses pendidikan. Tapi juga tentang keberanian untuk bersuara, berpikir kritis, dan mengambil peran di bidang-bidang strategis, termasuk ilmu kesehatan.
"Kartini bukan hanya tokoh sejarah. Dia adalah simbol semangat. Dan tugas kita sekarang adalah menerjemahkan semangat itu sesuai zaman," ucapnya.
Putri Wahyu adalah wajah baru dari perjuangan Kartini—perempuan muda yang tidak sekadar menuntut hak, tapi juga membangun masa depan dengan belajar dan berkarya.
Baca Juga: Makna Hari Kartini dalam Pandangan Ustazah Karawang
Di tengah gegap gempita peringatan Hari Kartini di Unsika, Putri membuktikan bahwa semangat perjuangan itu masih menyala. Bukan dalam bentuk pidato atau upacara semata, tapi lewat konsistensi menempuh jalan ilmu dan dedikasi.
Dan di balik jas laboratorium yang dikenakannya setiap hari, tersimpan semangat Kartini yang terus hidup: cerdas, mandiri, dan berani melampaui batas. ***




