POJOKSATU.id, KARAWANG – Warga Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, kembali mendatangi Kantor Desa Cilewo untuk menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (25/12/2025). Massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Cilewo Bersatu (FMCB) mempertanyakan sejumlah program pembangunan desa yang dinilai tidak transparan.
Dalam aksi tersebut, perwakilan warga mengikuti audiensi bersama Kepala Desa Cilewo, Camat Telagasari, Kapolsek Telagasari, Danramil 0409/Telagasari, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang. Pertemuan berlangsung di aula Kantor Desa Cilewo.
Warga menyoroti beberapa proyek desa, di antaranya pembangunan posyandu, pengadaan ambulans desa, serta pembangunan drainase. Selain itu, muncul pula dugaan adanya praktik joki dalam kinerja kepala dusun yang memicu kecurigaan warga terhadap pengelolaan dana desa.
Salah seorang warga dalam audiensi meminta agar unsur lembaga desa dihadirkan untuk memberikan klarifikasi. Menurutnya, kehadiran LPM, BPD, dan Bumdes penting agar persoalan yang dipertanyakan dapat dijelaskan secara terbuka.
Baca Juga: Dugaan Penipuan Rp 3 Miliar, Warga Karawang Laporkan Tenaga Ahli dan Wagub Jabar ke Polda
“Kami sudah meminta LPM, Ketua BPD, dan Ketua Bumdes dihadirkan, tapi sampai sekarang belum ada yang datang,” ujar warga tersebut.
Dalam forum tersebut, Kepala Desa Cilewo, Wulandani menyampaikan pengakuan yang menuai reaksi warga. Ia mengaku selama menjabat sebagai kepala desa kerap merasa hanya dijadikan ‘boneka’ oleh pihak lain. Pernyataan itu disampaikan di hadapan Kepala DPMD Karawang dan Camat Telagasari.
Audiensi akhirnya menghasilkan kesepakatan antara pemerintah dan warga. Tuntutan FMCB dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh Kepala Desa Cilewo, Camat Telagasari, Kepala DPMD Kabupaten Karawang, Danramil Telagasari, serta Ketua FMCB.
Usai audiensi, Wulandani menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Desa Cilewo. Ia juga mengumumkan bahwa untuk sementara waktu pelayanan administrasi Desa Cilewo dialihkan ke Kecamatan Telagasari.
“Pelayanan Desa Cilewo sementara dialihkan ke Kecamatan Telagasari,” kata Wulandani.
Tak lama setelah itu, warga melakukan penyegelan Kantor Desa Cilewo sebagai bentuk desakan agar persoalan yang dipersoalkan segera ditindaklanjuti. ***




