POJOKSATU.id, KARAWANG - Tokoh 1000 Pemuda Rengasdengklok dan Ketua Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB), Anggadita, menyoroti keberlangsungan proyek pembangunan Taman Badami Interchange Karawang Barat, yang dijuluki "The Window Karawang", yang disebut-sebut terbengkalai.

Proyek pembangunan taman ini diketahui telah menghabiskan anggaran sekitar 8 miliar rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang dari tahun 2022 hingga 2023 melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang.

Anggadita menegaskan bahwa keberlangsungan proyek pembangunan yang menggunakan anggaran publik sebesar itu harus dipertanyakan.

"Masa anggaran begitu besar proyek pembangunan itu tidak selesai-selesai, terus bagaimana dengan tanggung jawab DLHK Karawang sebagai pengguna anggaran," ujarnya, Selasa (02/04/24).

Baca Juga: Kabar Gembira! Pemkab Karawang Umumkan Formasi ASN dalam Seleksi CPNS dan PPPK 2024

Dalam waktu dekat, Angga bersama FKUB berencana untuk melaksanakan audiensi dengan DLHK Karawang terkait masalah tersebut. Mereka menekankan bahwa proyek pembangunan yang menggunakan APBD harus dipertanggungjawabkan dengan jelas.

Lebih lanjut, Angga mengungkapkan kekhawatiran atas dugaan tindakan korupsi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam proyek pembangunan taman tersebut.

"Saya sebagai masyarakat kabupaten karawang meminta agar aparat penegak hukum atau kejaksaan negeri karawang untuk segera turun melakukan pemeriksaan pada semua pihak terkait secara detail dan transparan pada proyek taman itu," tegasnya.

Baca Juga: Buruan Daftar! Polres Karawang Siapkan Program Mudik Gratis 2024

Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan DLHK Karawang, Dede Pram, saat dikonfirmasi, tidak memberikan penjelasan apapun terkait persoalan proyek pembangunan taman tersebut.

Upaya untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak terkait terus dilakukan untuk mengungkap kebenaran di balik proyek yang terkatung-katung ini. ***