POJOKSATU.id, KARAWANG - Kapolres Karawang, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus pembunuhan seorang karyawan perusahaan, yang pada awalnya diduga sebagai aksi begal. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa, 9 Januari, sekitar pukul 00.00 WIB.

Dalam konferensi pers, Kapolres menjelaskan awal mula kejadian, "Kami mendapatkan informasi dari warga yang melaksanakan ronda malam bahwa seorang laki-laki bersimbah darah di daerah Klari. Korban tertusuk sebanyak 5 kali dan meninggal dunia. Dugaan awal adalah pembegalan karena motornya diambil."

Tim Sanggabuana, bersama Jantanras Polda Jawa Barat, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan.

Baca Juga: Kodim 0604 Karawang Tanam Pohom dan Bersihkan Sungai

"Melibatkan 17 saksi, termasuk keluarga, rekan, dan warga sekitar TKP. Dari situ kami mendapatkan petunjuk bahwa motif begal hanyalah skenario untuk menutupi motif sebenarnya."

Hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa motif utama adalah dendam dan sakit hati yang dilakukan oleh istri korban.

"Istri korban, OC, bersama adik ipar korban, PD, merencanakan pembunuhan ini sebagai upaya balas dendam atas ketidakharmonisan rumah tangga, termasuk masalah ekonomi dan percekcokan yang sering terjadi."

Kapolres menyampaikan bahwa sebelum TKP, para pelaku telah merencanakan dengan matang.

Baca Juga: Polres Karawang Buru Pelaku Begal yang Tewaskan Karyawan Toyota

"Dua minggu sebelumnya, para pelaku menykenariokan pembunuhan dengan motif begal, mengetahui kebiasaan korban yang sering keluar malam. Mereka mengatur agar istri korban berada di Bandung pada saat kejadian untuk mengelabui penyelidikan."

Dua pelaku utama yang telah ditetapkan tersangka adalah OC (istri korban) dan PD (adik ipar korban). Keduanya dijerat dengan pasal 340, 338, dan 365 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan.

Baca Juga: Begal Motor Beraksi di Karawang, Korban Tewas

"Barang bukti yang disita meliputi motor pelaku, pakaian korban, dan sejumlah bukti lainnya. Kami tengah memburu pelaku lain yang terlibat dalam aksi eksekusi pada saat kejadian," tambah Kapolres.

Pengungkapan kasus ini didorong oleh analisis CCTV, pemeriksaan mendalam terhadap transaksi, dan integrasi informasi dari para tersangka. Kapolres berharap keberhasilan ini dapat memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya. ***