POJOKSATU.id, KARAWANG – Keberhasilan tim pencak silat pelajar Karawang meraih Juara Umum Ketiga Kejurda Jabar 2025 ternyata menyisakan cerita yang jauh dari gemerlap panggung kemenangan.
Di balik prestasi membanggakan itu, para atlet harus menerima kenyataan pahit: mereka pulang tanpa sambutan dan tanpa apresiasi dari pihak yang semestinya hadir mendukung.
Manajer tim, Ardawi Sumarno, sempat diliputi rasa haru ketika para atlet menunjukkan performa terbaiknya di arena. Namun kebahagiaan itu seketika berubah menjadi kekecewaan mendalam setelah mengetahui bahwa panitia penyelenggara dari Disdik Provinsi Jabar tidak menyiapkan regulasi yang memungkinkan tim Karawang menerima uang pembinaan, meski mereka berhasil naik podium.
Baca Juga: Siswi SD di Karawang Patah Tangan Usai Menolak Pinjamkan Kipas, Orangtua Minta Pelaku Dihukum
Kekecewaan itu kian menguat saat rombongan atlet tiba kembali di Karawang. Tidak terlihat kehadiran Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, tidak pula muncul tanda-tanda penghargaan dari Bupati Karawang. Prestasi yang semestinya disambut bangga justru dilewatkan tanpa ucapan selamat ataupun apresiasi simbolis.
Ardawi mengaku sedih melihat bagaimana kerja keras para atlet—yang membawa nama Karawang hingga tingkat provinsi—tak mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
“Sangat disayangkan. Anak-anak ini berjuang demi Karawang dan mereka layak mendapatkan apresiasi, sekecil apa pun itu,” tuturnya, Kamis 27 November 2025.
Baca Juga: Petani Karawang Raup Untung dari Lahan 15 Meter Persegi
Situasi ini menjadi pengingat bahwa prestasi olahraga bukan hanya soal medali, tetapi juga bagaimana daerah menghargai para pejuangnya. Pemerintah daerah diharapkan dapat lebih peka dan hadir memberikan dukungan nyata, agar kebanggaan para atlet tidak berubah menjadi kekecewaan akibat minimnya perhatian.
Prestasi Karawang sudah terbukti. Kini yang dibutuhkan adalah komitmen dan kepedulian pemerintah untuk merayakan pencapaian mereka, bukan membiarkannya tenggelam dalam keheningan. ***




