POJOKSATU.id, KARAWANG – Sebuah momen tak biasa terjadi di Resto Sambel Bledagz, Telagasari, Kabupaten Karawang, Selasa (13/1/2026). Suasana yang awalnya tampak tegang justru berubah menjadi penuh canda setelah seorang anggota polisi “menghadang” sosok yang dikenal luas sebagai preman paling disegani di layar kaca, Kang Murad.
Bukan operasi kepolisian ataupun penindakan hukum, kejadian ini ternyata merupakan pertemuan santai yang melibatkan Kang Murad, Kang Yayat, dan Kang Didu—para aktor sinetron Preman Pensiun—yang sengaja datang ke Karawang demi menjajal sensasi pedas kuliner lokal.
Kedatangan mereka ke Telagasari dilatarbelakangi rasa penasaran terhadap nama Sambel Bledagz yang disebut-sebut “segahar” reputasinya. Ketiganya ingin membuktikan langsung apakah sambal khas Karawang itu benar-benar sepedas ceritanya.
Momen paling mencuri perhatian terjadi saat Aipda Agus Koswara, anggota Polres Karawang, tampak berdiri berhadapan dengan Kang Murad. Sekilas terlihat seperti duel satu lawan satu, namun suasana langsung pecah oleh tawa ketika keduanya justru memperagakan pose khas “Salam Olahraga” dengan kepalan tangan.
Baca Juga: Polemik Izin Theater Night Mart, Nama PT Anak Muda Karawang Mencuat
Aksi tersebut menjadi simbol keakraban antara aparat kepolisian dan masyarakat, sekaligus penegasan bahwa situasi keamanan di wilayah Telagasari tetap kondusif—bahkan ketika didatangi tokoh “preman legendaris” dari dunia hiburan.
Di balik candaan itu, Aipda Agus mengungkapkan bahwa sensasi pedas sambal justru menjadi tantangan terbesar bagi para aktor tersebut, jauh melebihi adegan-adegan keras yang biasa mereka perankan di layar kaca.
“Saya sempat hadang Kang Murad di pintu masuk. Saya bilang, di Telagasari tidak boleh ada yang bikin ribut, kecuali suara ulekan cabai di Sambel Bledagz,” ujar Aipda Agus sambil tertawa.
Ia menambahkan, Kang Murad yang dikenal sangar dan minim ekspresi akhirnya dibuat “menyerah” bukan karena adu fisik, melainkan karena ledakan rasa pedas sambal khas rumah makan tersebut.
“Bukan kalah sama saya, tapi kalah sama sambalnya. Pesan saya ke warga, jangan takut sama preman, tapi waspada kalau stok sambal di sini sampai habis,” kelakarnya.
Tak hanya soal kuliner, Aipda Agus juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelaku usaha lokal yang terus berkembang dan mampu menciptakan ruang aman serta nyaman bagi masyarakat.
“Kalau wilayah aman, usaha maju, perut kenyang, hati pun senang. Itu yang kita jaga bersama,” pungkasnya. ***




