POJOKSATU.id, SUBANG – Wacana mengenai perlunya pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Subang yang berasal dari wilayah Selatan dan Utara mengundang perhatian berbagai tokoh masyarakat dan akademisi. Kombinasi ini dinilai dapat menciptakan keseimbangan dalam pembangunan Subang yang lebih merata.

Sunarto Amrullah, seorang tokoh masyarakat Pantura, menyatakan bahwa kombinasi antara calon dari wilayah Selatan dan Utara akan menciptakan keseimbangan dalam pembangunan Subang yang lebih merata.

"Wilayah Selatan dan Utara Subang memiliki potensi yang berbeda, namun saling melengkapi. Kami perlu pemimpin yang memahami kebutuhan kedua wilayah tersebut," ujar Sunarto dalam keterangan persnya, Senin (8/7/2024).

Senada dengan Sunarto, Saman Hudi, dosen Miftahul Huda Pamanukan, juga mendukung gagasan ini. "Subang memiliki potensi alam yang luar biasa, mulai dari pegunungan di Selatan hingga dataran dan lautan di Utara. Tidak hanya itu, keberadaan Pelabuhan Internasional Patimban juga membuka peluang ekonomi yang besar. Pemimpin yang berasal dari kedua wilayah ini akan mampu menggali dan memanfaatkan potensi tersebut dengan optimal," ungkapnya.

Baca Juga: 440 Jemaah Haji Kloter 1 Subang Tiba di Kertajati, Disambut Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin

Menurut Saman, wilayah Selatan Subang dikenal dengan keindahan pegunungan dan potensi agrowisata, sementara wilayah Utara memiliki lahan datar yang cocok untuk pertanian dan akses langsung ke laut, termasuk Pelabuhan Internasional Patimban yang merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia.

"Kolaborasi yang baik antara Selatan dan Utara akan memastikan pengembangan yang seimbang dan berkelanjutan," tambahnya.

Saat ini, seluruh partai politik seolah menunggu langkah H. Ruhimat, mantan Bupati Subang satu periode. Tokoh-tokoh yang muncul masih harus menghitung matang-matang posisinya masing-masing. "Ini bisa dilihat sampai hari ini belum ada pasangan yang pasti," ujarnya.

Baca Juga: PKB Subang Luncurkan Desk Pilkada, Mengejar Kursi Bupati

Saman menambahkan, akan menarik jika tokoh Selatan selain petahana bisa ikut bertarung, seperti Ari Ghifari. Dikabarkan keponakan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu menyerahkan urusan partai yang akan mengusungnya kepada Kang Emil.

"Ini ada kemungkinan Golkar bakal mengusung Ari Ghifari, karena kita tahu Kang Emil saat ini posisinya adalah Wakil Ketua DPP Golkar," ujarnya.

Sosok Ari ini akan semakin kuat jika berpasangan dengan politisi asal Pantura dan perempuan. Diketahui orang asal Pantura yang santer diperbincangkan adalah Bendahara DPC PKB yang juga Wakil Ketua DPRD Subang, Lina Marliana.

"Memang ada Neng Supartini, politisi perempuan dari Pantura, tapi semua juga tahu, Neng Supartini saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Purwakarta. Jadi primordialnya terlihat agak kurang terbangun. Kalau Lina, dia memang orang Ciberes, Patokbeusi," jelasnya.

Baca Juga: Tokoh Pantura Sepakat: Bupati Subang 2024 Harus dari Pantura

Saman menilai, yang bakal bisa menyaingi posisi petahana adalah sosok tokoh Selatan yaitu Ari Ghifari dengan Golkar yang 10 kursi, jika berpasangan dengan tokoh perempuan Pantura Lina Marliana dengan PKB-nya yang 6 kursi.

"Meskipun kita tahu saat ini NasDem dan PKB sudah menyatakan koalisi, tapi sampai saat ini terlihat belum ada tindak lanjut," pungkasnya.

Dengan munculnya isu ini, masyarakat Subang berharap agar para calon pemimpin yang akan datang dapat lebih bijaksana dalam merencanakan pembangunan daerah dengan memperhatikan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai wilayah di Subang. ***