POJOKSATU.id, KARAWANG – Amid, seorang warga Karawang, menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan halangan untuk menghasilkan cuan dari sektor pertanian. Di tengah mahalnya kebutuhan pokok, ia justru mampu memanfaatkan pekarangan kecilnya menjadi kebun produktif yang bernilai ekonomi.

Dengan area hanya 3 x 5 meter atau total 15 meter persegi, Amid menanam kembang kol yang kini menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarganya. Lahan mungil yang tadinya tidak dimanfaatkan kini disulap menjadi kebun yang terawat dan menghasilkan panen rutin.

Awal perjalanan Amid terbilang sederhana. Ia hanya mengeluarkan modal Rp25.000 untuk membeli 250 bibit kembang kol siap tanam. Bibit tersebut memiliki kualitas unggul, masing-masing memiliki dua helai daun dengan tinggi sekitar 5 sentimeter.

“Ini sudah masuk musim tanam ketiga. Kalau telaten dan pilih bibit yang tepat, hasilnya pasti bagus,” ujar Amid saat ditemui pada Rabu (26/11/2025).

Baca Juga: Puluhan Warga Anggadita Karawang Diminta Angkat Kaki dalam Tiga Hari, Lina: Perlakuannya Mirip Ngusir Anak Ayam!

Menurutnya, kembang kol menjadi pilihan karena masa tumbuhnya relatif cepat, sekitar dua bulan sejak ditanam hingga siap panen. Perawatan rutin menjadi kunci yang tak bisa ditawar.

Amid menyiram tanamannya dua kali sehari dan mengandalkan pupuk kandang sebagai nutrisi utama. Ia menghindari penggunaan bahan kimia demi menjaga kualitas hasil panen.

“Kami pakai pupuk kandang saja. Lebih aman dan hasilnya juga lebih segar,” ucapnya.

Meski lahannya kecil, produksi kembang kol Amid mampu menarik pembeli. Ia memasarkan hasil panennya secara langsung dengan harga yang cukup terjangkau, yakni Rp15.000 untuk tiga buah, tergantung ukuran hasil panen.

“Alhamdulillah selalu ada yang beli. Yang penting hasilnya bagus, jadi modal kecil ini bisa terus berputar,” tuturnya. ***