POJOKSATU.id, KARAWANG - Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, menyimpan kisah inspiratif tentang bagaimana warga setempat berjuang melawan abrasi yang mengancam kehidupan mereka.

Kisah ini berujung pada terciptanya sebuah destinasi ekowisata yang kini ramai dikunjungi, yakni Wisata Mangrove Pasir Putih.

Pada awalnya, warga Desa Sukajaya harus menghadapi kenyataan pahit. Antara tahun 2000 hingga 2014, desa mereka dilanda abrasi yang terus mengikis daratan. Jarak antara pemukiman dengan bibir pantai hanya tersisa satu meter.

Kondisi ini memicu kekhawatiran besar, terutama saat banjir rob datang. Rumah-rumah menjadi tidak aman, dan kehidupan sehari-hari terganggu.

"Kami harus berbuat sesuatu. Saat itu, saya bersama komunitas setempat mulai menanam mangrove untuk menahan abrasi. Awalnya gagal, tapi kami tidak menyerah," ujar Sahari, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisata Mangrove Pasir Putih, kepada pojoksatu.id, Selasa 20 Agustus 2024.

Penanaman mangrove memang tidak mudah. Warga harus berhadapan dengan sampah laut, gelombang besar, dan medan yang sulit. Namun, kegagalan demi kegagalan tidak menyurutkan semangat mereka.

Tahun 2017 menjadi titik balik, ketika PLN dan Pertamina mulai mendukung dengan menyediakan bibit mangrove. Penanaman dilakukan dalam skala besar, hingga ribuan pohon mangrove tertanam di pesisir Desa Pusakajaya.

Perjuangan tidak berhenti di situ. Merawat mangrove menjadi tantangan tersendiri. Sahari dan timnya membangun jalur bambu untuk memudahkan perawatan. Setiap pagi, sebelum matahari terbit, mereka sudah sibuk membersihkan sampah dan memastikan mangrove tumbuh subur.

"Kami tahu ini adalah tugas yang berat, tapi kami yakin, kerja keras kami akan membuahkan hasil," kata Sahari.

Keberhasilan warga Sukajaya dalam menanam dan merawat mangrove mulai terlihat. Abrasi berhasil ditekan, dan lingkungan sekitar pun berubah menjadi lebih hijau dan asri.

Kesuksesan ini membuka peluang baru bagi desa tersebut. Wisata Mangrove Pasir Putih diresmikan pada tahun 2019 oleh Bupati Karawang saat itu, Cellica Nurrachadiana. Sejak saat itu pula tempat ini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda.

Di Wisata Mangrove Pasir Putih, pengunjung tidak hanya bisa menikmati pemandangan hutan mangrove yang rimbun, tetapi juga berenang, berfoto, dan mencicipi kuliner khas pesisir.

Sahari menjelaskan, “Wisata ini berbeda dengan pantai lain. Di sini, pengunjung bisa menikmati ekosistem mangrove sambil menikmati kuliner laut seperti otak-otak dan jus mangrove.”

Sukses Wisata Mangrove Pasir Putih tidak terlepas dari dukungan berkelanjutan Pertamina melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (PMP).

Setiap tahun, anggaran diberikan untuk pengembangan sarana dan prasarana, termasuk penyediaan air bersih dan pengelolaan sampah.

Program ini tidak hanya membantu menjaga kelestarian mangrove, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Kami ingin memastikan bahwa program ini berjalan dengan baik dan manfaatnya dirasakan oleh banyak pihak," ujar Sahari. "Penghasilan dari wisata ini juga kami alokasikan untuk kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan bantuan untuk warga yang membutuhkan."

Hari ini, Wisata Mangrove Pasir Putih menjadi simbol keberhasilan upaya kolektif warga Desa Sukajaya dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Bukan hanya sebagai tempat wisata, lokasi ini juga menjadi bukti bahwa dengan tekad dan kerja keras, sebuah komunitas bisa mengubah keadaan yang sulit menjadi peluang yang bermanfaat bagi banyak orang.

Wisata Mangrove Pasir Putih kini menjadi salah satu destinasi ekowisata unggulan di Kabupaten Karawang, yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga nilai-nilai perjuangan dan kebersamaan. ***