POJOKSATU.id, KARAWANG - Tak ada yang menyangka, di balik sosok remaja tenang dan percaya diri yang kini bersiap menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Karawang 2025, tersimpan kisah kelam yang nyaris membawanya terjerumus lebih dalam. Romeo Chellini Alvian, siswa SMAN 1 Rengasdengklok, adalah bukti nyata bahwa masa lalu kelam bukanlah akhir dari segalanya.
Tahun 2023 menjadi titik paling gelap dalam hidupnya. Saat masih duduk di bangku SMP, Romeo dikenal sebagai siswa bermasalah. Tawuran, bolos, hingga perilaku menyimpang lainnya menjadi bagian dari kesehariannya. “Jujur, saya sendiri sudah lupa berapa kali ikut tawuran. Banyak banget,” kata Romeo, mengenang masa remajanya yang penuh amarah dan gejolak.
Perilakunya yang tak terkendali membuat pihak SMPN 1 Kutawaluya akhirnya mengambil keputusan berat: mengeluarkan Romeo dari sekolah. Saat itu, dunianya seakan runtuh. Ia merasa dikucilkan, ditolak oleh banyak sekolah, dan dicap sebagai ‘anak nakal’ yang tidak layak diberi kesempatan kedua.
Namun, takdir seolah masih menyisakan harapan. Di tengah penolakan demi penolakan, sebuah sekolah bernama SMP Islam Al-Furqon membuka pintu untuknya. Di lingkungan yang lebih religius dan penuh bimbingan, Romeo mulai mengenal arti kedisiplinan, tanggung jawab, dan pentingnya perubahan.
Baca Juga: Tokoh Muda Karawang Ini Kecewa, Anggota Dewan Gerindra Bungkam Saat Dedi Mulyadi Diserang
Salah satu titik balik terbesar dalam hidupnya terjadi ketika ia mengikuti program pembinaan karakter “Barak Militer” yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang. Romeo mengaku awalnya salah paham. “Saya kira mau nginep di hotel, ternyata malah dibawa ke hutan Loji dan dilatih keras ala militer,” ujarnya sambil tersenyum malu.
Selama tiga hari, Romeo ditempa dengan rutinitas ketat: bangun subuh, push-up, longmarch, dan sesi motivasi yang membuka matanya. Dari situ, ia mulai menyadari bahwa hidup tidak bisa terus-menerus dibuang percuma. Ia mulai menemukan jati diri yang selama ini terselubung dalam amarah dan pemberontakan.
Baca Juga: 1.530 Atlet Ikuti AKSIOMA Karawang 2025
Kini, Romeo telah menjelma menjadi remaja yang matang dan penuh semangat. Ia aktif di sekolah, disiplin dalam kegiatan, dan yang paling membanggakan: terpilih sebagai calon Paskibra tingkat Kabupaten Karawang untuk tahun 2025. Sebuah posisi yang tidak sembarangan, hanya diberikan kepada pelajar dengan integritas, mental kuat, dan disiplin tinggi.
Langkah Romeo kini semakin mantap. Dari yang dulunya dicap nakal, ia justru bersiap mengibarkan Sang Merah Putih di momen sakral Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-80. Kisahnya menjadi pengingat bahwa perubahan itu mungkin, dan kesempatan kedua bisa menjadi awal dari segalanya—asal ada niat dan keberanian untuk berubah. ***




