POJOKSATU.id, KARAWANG - Terkait dengan proses lelang RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Rengasdengklok di Karawang, Abdul Azis, Ketua MPC Pemuda Pancasila Karawang, mengungkapkan keberatan yang serius terhadap proses tersebut.

Azis menyampaikan keberatannya dalam sebuah pertemuan dengan Barjas dan Dinas Kesehatan di Polres Karawang, Rabu 4 Oktober 2023.

"Kami telah mengirim surat ke Pak Kapolres bahwasannya kami merasa ada kejanggalan dalam proses lelang ini sehingga kami perlu menyikapinya dengan serius. Pembangunan RSUD Rengasdengklok ini memakan biaya yang tidak sedikit, dan ini adalah pembangunan yang fantastis," ungkap Abdul Azis.

Ia juga menekankan pentingnya pengawalan yang ketat terhadap proses pembangunan RSUD Rengasdengklok ini agar uang rakyat benar-benar digunakan dengan baik dan hasil pembangunannya sesuai dengan harapan masyarakat.

Baca Juga: Presidium KarLos Siap Kepung Pemda Karawang, Buntut Dugaan Kecurangan Lelang RSUD Rengasdengklok

Dalam pertemuan ini, Abdul Azis bersama dengan tim Pokja dan Kepala Dinas Kesehatan membahas tahapan-tahapan pelaksanaan lelang. Namun, mereka mengekspresikan kekecewaan terhadap proses lelang yang mereka anggap kurang transparan.

"Kami sangat menyayangkan bahwa dalam era digital seperti sekarang, informasi seharusnya lebih mudah diakses. Namun, dalam proses lelang ini, kami merasa bahwa perusahaan yang bermasalah tidak terdeteksi dengan baik, bahkan tampaknya ada upaya untuk menutupi masalah tersebut," tambahnya.

Abdul Azis dan timnya akan terus menuntut pembatalan proses lelang ini, karena mereka khawatir bahwa jika dilanjutkan, hal ini dapat mengakibatkan permasalahan yang lebih luas. Mereka berharap agar masalah administrasi dalam lelang ini dapat diperbaiki dengan segera.

"Kami berpendapat bahwa pemenang lelang harus direview kembali secara administratif. Kami merasa bahwa ada kejanggalan dalam proses pemenangan yang perlu diteliti lebih lanjut. Putusan pengadilan yang menyatakan perusahaan ini dalam masa pengawasan pengadilan selama 45 hari juga membuat kami bingung mengapa perusahaan ini masih diterima sebagai peserta tender," ujarnya.

Selain itu, Abdul Azis juga mengungkapkan keraguan terhadap subjektivitas panitia lelang dalam menilai peserta lelang. Menurutnya, panitia lelang memiliki banyak cara untuk memengaruhi hasil lelang, yang membuat proses tersebut menjadi lebih subjektif.

"Saya akan tetap melakukan aksi jika proses lelang ini tidak dibatalkan. Kami berharap agar pihak terkait dapat mempertimbangkan kembali keputusan ini demi transparansi dan keadilan dalam proses lelang RSUD ini," tutup Abdul Azis.

Baca Juga: Ruang Kelas Baru SMPN 3 Tirtamulya, Karawang Retak dan Keramik Rusak, Habiskan Dana APBD Rp1,4 Miliar

Aksi protes terhadap proses lelang RSUD Rengasdengklok ini dijadwalkan akan berlangsung pada Senin 9 Oktober, setelah Kadis Kesehatan meminta waktu hingga hari Senin untuk meninjau kembali situasi.

Mereka berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan dengan baik demi kepentingan masyarakat Karawang. ***