POJOKSATU.id, KARAWANG – Keberadaan tumpukan sampah yang kian membusuk di kawasan Plaza Cikampek, Kecamatan Cikampek, Karawang, memantik kemarahan warga dan pedagang. Sampah yang dibiarkan begitu saja selama lebih dari dua pekan kini menimbulkan bau menyengat dan mengundang hama.

H. Asep Rukmana, Ketua Forum Pedagang Pasar Plaza Cikampek (FP3C), angkat bicara terkait kondisi memprihatinkan tersebut. Ia menyatakan bahwa para pedagang sangat dirugikan akibat pencemaran lingkungan yang bukan berasal dari aktivitas mereka.

“Jangan salahkan pedagang. Sampah itu bukan hasil dari kegiatan jual beli di Plaza. Ada pihak yang sengaja membuang sampah di sini, seenaknya, tanpa peduli dampaknya,” ujarnya saat diwawancarai pada Sabtu (10/5/2025).

Menurut H. Asep, karakteristik sampah yang menumpuk menunjukkan bahwa jenisnya adalah sampah organik basah yang tak sesuai dengan jenis limbah yang dihasilkan oleh kios-kios di Plaza Cikampek. Ia memastikan bahwa pelaku pembuangan bukan berasal dari kalangan pedagang.

Baca Juga: Bupati Aep Minta Perusahaan Prioritaskan Tenaga Kerja Asli Karawang

“Mayoritas pedagang di sini menjual produk kering seperti pakaian dan aksesori. Tak mungkin menghasilkan limbah dapur atau sisa makanan seperti itu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bagaimana lambannya respons pihak berwenang terhadap masalah ini. Pasar yang semestinya menjadi pusat aktivitas ekonomi justru berubah menjadi titik pembuangan sampah liar.

“Kondisi pasar boleh sepi, tapi jangan jadikan alasan untuk menjadikan Plaza sebagai tempat sampah. Ini merusak citra lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Karawang Suplai Ribuan Ton Beras untuk DKI Jakarta, Harganya Lebih Tinggi

Keresahan juga datang dari warga sekitar, salah satunya Ketua RT04 Dusun Jati Indah, Kelurahan Cikampek Kota, Ncang Salman. Ia mengungkapkan bahwa aroma tak sedap dari sampah sudah merambah hingga ke lingkungan permukiman.

“Bau busuknya luar biasa. Warga mulai terganggu, apalagi sudah muncul belatung yang bahkan masuk ke rumah. Ini bukan hanya masalah sampah, tapi juga potensi penyebaran penyakit,” jelas Ncang.

Ia mendesak pemerintah Kecamatan Cikampek dan Dinas Lingkungan Hidup Karawang segera turun tangan. Ncang menilai kondisi ini tak bisa dibiarkan lebih lama karena sudah berdampak langsung ke warga.

“Kalau terus dibiarkan, bukan tidak mungkin warga akan ambil langkah sendiri. Kami ingin lingkungan kami kembali bersih dan sehat,” pungkasnya. ***