POJOKSATU.id, KARAWANG - Sejumlah aktivis dengan latar berbeda-beda di Kabupaten Karawang membentuk Presidium Karawang Los (Karawang Lawan Oligarki Sistematis).
Presidium Karawang Los yang diisi oleh para aktivis muda ini dibentuk pada Minggu 20 Agustus 2023.
Salah satu pentolan Presidium Karawang Los, Asep Irawan Syafei atau biasa disapa Kang Ais, mengatakan, Karawang los adalah bentuk presidium yang bergerak independen bersama masyarakat untuk melawan oligarki sistematis.
"Tujuannya untuk mewujudkan pemerintahan Kabupaten Karawang yang beradab dan berkeadilan sosial," ujar Kang Ais.
Menurut Kang Ais, Karawang Los didirikan berdasarkan kesepakatan dan kesepahaman para aktivis untuk menyikapi kebijakan pemerintahan yang tidak pro terhadap rakyat dan hanya mementingkan kepentingan oligarki.
Salah satu kebijakan yang sedang disorot oleh Presidium Karawang Los adalah soal hasil lelang proyek pembangunan RSUD Rengasdengklok yang dinilai janggal.
Baca Juga: 14 Oleh oleh Karawang Wajib Bungkus, Ada Cemilan Raja dan Bangsawan sampai Sudah Terdaftar di UNESCO
Dalam keterangan sebelumnya, Kang Ais mengungkapkan bahwa rencana pembangunan RSUD Rengasdengklok sejatinya memang niat baik Pemkab Karawang, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakatnya, khususnya untuk wilayah Rengasdengklok dan sekitarnya.
"Ini juga bagian dari legacy atau warisan dari kepemimpinan Bupati Cellica yang merupakan seorang dokter," ujar Kang Ais.
Baca Juga: Warga Karawang Tagih Janji Gubernur soal Pencemaran Sungai Cilamaya
Namun, lanjut dia, niatan baik itu diduga dimanfaatkan oleh segelintir oknum pejabat Dinas Kesehatan maupun panitia lelang, beserta oknum lainya, untuk kepentingan kelompok tertentu.
"Diduga, proses lelang terjadi pengkondisian yang menguntungkan perusahaan-perusahaan tertentu yang akan dimenangkan. Hal ini yang menjadi indikasi adanya 'permainan' dalam proses lelang yang anggarannya fantastis itu," ucap Kang Ais.
Baca Juga: Neneng, Wanita Tangguh asal Karawang yang Sedang Berjuang Jadi Anggota Dewan
Kang Ais juga menyayangkan adanya pendampingan dari pihak Kejari Karawang, yang masih belum mampu mengawal proses lelang tersebut dgn baik dan normatif. Sehingga akhirnya muncul polemik semacam ini.
"Saya dan kawan-kawan mendukung jika perlu diadakan dengar pendapat dengan pihak dinas kesehatan dan panitia lelang, supaya semuanya bisa transparan dan elegan," tegasnya.
Jika pun ada sejumlah pihak akan melaporkan keganjilan-keganjilan ini ke pihak Mabes Polri, kata Kang Ais, hal itu juga merupakan langkah yang baik dalam proses penegakan hukum serta pemerintahan yang bersih.
Baca Juga: Wakil Bupati Karawang Ajak Semua Pihak Jaga Kenyamanan Investasi
Sementara itu, berdasarkan data yang diterima, Presidium Karawang Los ini diisi oleh sejumlah aktivis yang dikenal vokal menyikapi beragam masalah di Karawang.
Tercatat diantaranya Asep Irawan Syafei (Kang Ais), Lili Ghozali, Ace Sudiar, Anggadita, Nurdin Syam (Mr. Kim), dan Ferry Dharmawan (Jambul Merah). ***




