POJOKSATU.id, KARAWANG - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karawang untuk memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pos Terpadu Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek yang berada di Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Senin (16/3/2026).
Kunjungan yang berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, dipimpin langsung oleh Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam.
Kedatangan tim Kompolnas disambut oleh jajaran Polda Jawa Barat serta Polres Karawang.
Sejumlah pejabat kepolisian yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Karoops Polda Jabar Kombes Pol La Ode Aries El Fathar, Auditor Kepolisian Madya TK III Itwasda Polda Jabar Kombes Pol Dani Adhari Akbar, Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, serta Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah bersama jajaran pejabat utama Polres Karawang.
Baca Juga: Jelang Idul Fitri, Bupati Karawang Aep Syaepuloh Silaturahmi dengan Ratusan Wartawan
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan langsung ke Pos Pengamanan (Pos Pam) yang berada di kawasan Rest Area KM 57.
Setelah itu, tim Kompolnas menerima paparan terkait pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang disampaikan oleh Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Raydian Kokrosono.
Dalam paparannya, Raydian menjelaskan bahwa Polda Jawa Barat telah menyiagakan total 26.692 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran.
Personel tersebut terdiri dari unsur kepolisian, TNI, serta berbagai instansi terkait lainnya yang dilibatkan dalam operasi pengamanan.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, sebanyak 332 posko juga telah disiapkan di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Barat.
Posko tersebut terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, hingga pos terpadu yang tersebar di berbagai titik strategis.
Selain kesiapan personel, pihak kepolisian juga menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama masa mudik.
Beberapa skema yang disiapkan antara lain sistem contraflow, penerapan one way, delaying system, pembatasan kendaraan barang, hingga sistem ganjil-genap sesuai dengan kondisi lalu lintas di lapangan.
Menurut Raydian, Polda Jabar juga menghadirkan inovasi berupa pos tematik di seluruh wilayah Polres jajaran.
Pos tersebut dirancang lebih humanis dan nyaman bagi para pemudik, bahkan dibuat dengan konsep menarik dan instagramable.
Hal itu bertujuan agar pemudik dapat memanfaatkan pos tersebut sebagai tempat beristirahat sejenak untuk memulihkan kondisi fisik sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
“Kami mendesain pos tematik yang nyaman dan humanis sehingga pemudik bisa singgah beristirahat dan kembali melanjutkan perjalanan dengan kondisi lebih segar,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Aep Syaepuloh Pastikan Perlindungan Petani Karawang Lewat Asuransi dan Bebas PBB
Selain itu, Polda Jawa Barat juga menggelar program Mudik Gratis yang dijadwalkan akan diberangkatkan pada Rabu, 17 Maret 2026.
Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.
Untuk mendukung layanan informasi bagi masyarakat, kepolisian juga menyiagakan Hotline Mudik Polda Jabar yang dapat diakses oleh para pemudik.
Tak hanya itu, tim khusus bernama “Motor Senyum” juga disiapkan untuk memberikan layanan cepat kepada masyarakat, termasuk membantu mengurai kemacetan di jalur tol, jalur arteri, hingga kawasan wisata.
Hingga saat ini, kondisi arus lalu lintas di wilayah Jawa Barat masih terpantau lancar dan belum diberlakukan rekayasa lalu lintas seperti contraflow.
Menanggapi paparan tersebut, Kompolnas memberikan sejumlah masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Baca Juga: IKC JADETABEKTENKAR Gelar Baksos dan Bukber di Karawang, 80 Anggota Hadir Pererat Solidaritas
Tim Kompolnas menekankan pentingnya peningkatan pelayanan informasi kepada publik terkait kebijakan lalu lintas selama masa mudik.
Masyarakat diharapkan mendapatkan informasi yang jelas mengenai jadwal maupun penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way ataupun contraflow.
Kompolnas juga meminta agar layanan Hotline Mudik Polda Jabar terus ditingkatkan sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi secara cepat dan akurat.
“Hotline mudik harus dimaksimalkan sebagai sarana komunikasi yang responsif agar masyarakat mudah mendapatkan informasi kondisi lalu lintas,” tegas perwakilan Kompolnas.
Melalui kunjungan kerja ini, Kompolnas berharap kesiapan Polda Jawa Barat dalam mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan optimal. ***




