POJOKSATU.id, KARAWANG - Hamparan padi menguning di Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, menjadi saksi keberhasilan program ketahanan pangan berbasis desa. Suasana panen raya yang berlangsung pada Rabu (15/4/2026) tidak hanya menghadirkan rasa syukur, tetapi juga menunjukkan hasil nyata pengelolaan sektor pertanian yang terintegrasi.

Kepala Desa Anggadita, Asep Wahyudi atau yang akrab disapa Ayah Roy, hadir langsung di tengah sawah bersama para petani dan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kehadirannya menjadi simbol keterlibatan pemimpin desa dalam mendorong produktivitas pertanian sebagai fondasi ekonomi lokal.

Dalam kegiatan Panen Raya Padi Unit Usaha Pertanian Tahun Anggaran 2025 tersebut, Ayah Roy secara simbolis melakukan pemotongan padi. Aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan representasi komitmen pemerintah desa dalam membangun kemandirian pangan dari tingkat lokal.

Baca Juga: Ikut Retreat di Magelang, Ketua DPRD Karawang Siap Jadi Garda Depan Dukung Program Prabowo

Panen raya kali ini juga menjadi bukti keberhasilan BUMDes Juara Anggadita dalam mengelola sektor pertanian secara profesional. Lembaga ekonomi desa tersebut dinilai mampu mengoptimalkan potensi lahan menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.

“Panen ini bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi hasil kerja bersama seluruh elemen desa. Kami ingin menunjukkan bahwa BUMDes benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Ayah Roy di sela kegiatan.

Keberhasilan ini tidak lepas dari pengelolaan pertanian yang dilakukan secara sistematis. Mulai dari pemilihan bibit, perawatan tanaman, hingga pengawasan infrastruktur irigasi dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.

Baca Juga: Libatkan Warga, Kodim 0604 Karawang Kembangkan Budidaya Bebek Peking untuk Ketahanan Pangan

Ketua BUMDes Juara Anggadita, Yusup Zayadi, menjelaskan bahwa kolaborasi antara tim lapangan, pemanfaatan teknologi pertanian, dan optimalisasi jaringan irigasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan hasil panen tahun ini.

Menurutnya, pendekatan berbasis manajemen modern tersebut mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kualitas hasil produksi. Hal ini menjadikan sektor pertanian di Anggadita tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki daya saing.

Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan panen raya turut memperkuat semangat gotong royong. Kehadiran tokoh masyarakat, petani, dan perangkat desa menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak dapat dilakukan secara parsial.

Baca Juga: Proyek PT Visindo di Karawang Diduga Picu Banjir Lumpur, Warga Mengaku Diintimidasi Preman

Hasil panen yang diperoleh tidak hanya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga setempat. Pemerintah desa juga menargetkan hasil tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pertanian diyakini mampu menjadi sumber ekonomi yang stabil di tengah dinamika ekonomi global. Desa Anggadita pun mulai menunjukkan arah menuju kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Bagi masyarakat setempat, panen raya ini memiliki makna lebih dari sekadar hasil pertanian. Momentum ini menjadi simbol keberhasilan desa dalam mengelola sumber daya secara mandiri dan berkelanjutan.

Ke depan, pemerintah desa bersama BUMDes berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produksi serta memperluas jaringan pemasaran hasil pertanian. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Anggadita sebagai desa mandiri pangan di Kabupaten Karawang. ***