POJOKSATU.id, KARAWANG – Upaya Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Karawang, dalam memperkuat ketahanan pangan 2025 mulai terlihat hasilnya. Warga bersama pemerintah desa, BUMDes, dan Polsek Klari menggelar panen raya jagung hibrida di area pertanian Dusun Sukajaya.
Panen ini menjadi bukti kolaborasi tiga pilar desa—BUMDes Anggadita Juara, Pemdes, dan aparat kepolisian—dalam mendorong produksi pangan lokal. Selain jagung, program ketahanan pangan desa tahun ini juga menyasar sektor perikanan, pertanian umum, serta peternakan domba.
Ketua BUMDes Anggadita Juara, Yusup Zayadi, menyebut panen hari ini merupakan capaian penting bagi warga. “Program ketahanan pangan tahun 2025 ini adalah kerja bareng antara BUMDes, pemerintah desa, dan Polsek Klari. Kita fokus pada perikanan, pertanian, perkebunan jagung, dan peternakan domba,” ujar Yusup.
Menurutnya, program ini bukan sekadar kegiatan pertanian, melainkan upaya jangka panjang mendorong ekonomi warga. “Peran masyarakat sangat besar. BUMDes jadi ruang yang bisa menggerakkan ekonomi dan membantu kesejahteraan warga,” tambahnya.
Baca Juga: Panen Jagung Anggadita Tembus Dua Ton, Polsek Klari Ikut Turun Tangan
Sementara itu, Pak Udi, salah satu petani yang mengelola lahan jagung, menjelaskan bahwa jagung hibrida membutuhkan waktu tanam lebih panjang. “Jagung ini sekitar tiga bulan setengah baru bisa panen. Kalau cuaca mendukung, sekitar 100 hari. Jagung hibrida ini untuk pakan ternak, bukan konsumsi manusia,” katanya.
Ia menyebut jenis ini lebih tahan hama dibanding jagung manis, meski masa tanamnya lebih lama. Penanaman hibrida di Dusun Sukajaya juga disebut sebagai pengalaman perdana bagi para petani di lokasi tersebut.
Lahan yang dipanen hari ini mencapai 1.500 meter persegi, dengan tambahan lahan warga lain sekitar 2.500–3.000 meter persegi yang ikut bergabung dalam program ketahanan pangan desa.
Dukungan dari berbagai instansi turut memperkuat program ini. “Kami dibantu Polsek, BUMDes, dan informasinya Bulog juga siap menampung hasil. Dari PPL Dinas Pertanian kami dapat obat-obatan dan pendampingan,” ungkap Udi. ***




