POJOKSATU.id, KARAWANG – Menjelang acara peringatan Milad ke-25 Pondok Pesantren Assalmaniyyah Al Athosiyah yang berlokasi di Desa Jatimekar, Tambaksumur, Tirtajaya, Karawang, beredar pamflet penolakan kedatangan Habib Bahar bin Smith yang dijadwalkan hadir sebagai penceramah utama.
Pamflet bertuliskan nada penolakan dengan kalimat provokatif seperti “Kedatangan Bahar Perusuh NKRI” itu ramai tersebar di media sosial Facebook. Isinya menolak kehadiran Habib Bahar dalam acara keagamaan yang akan digelar pada Sabtu malam, 25 Oktober 2025 mendatang.
Kehadiran pamflet tersebut langsung menuai pro dan kontra di tengah masyarakat Karawang. Sejumlah warganet mendukung penolakan dengan alasan gaya ceramah Habib Bahar yang dinilai keras dan penuh ujaran kasar.
“Kalau isi ceramahnya hanya caci maki, lebih baik diturunkan paksa seperti kejadian sebelumnya,” tulis akun bernama Rachmat Hidayat di kolom komentar dikutip pojoksatu.id, Kamis 18 September 2025.
Namun, ada pula yang menilai penolakan tersebut berlebihan. Mereka menegaskan bahwa Habib Bahar merupakan dzurriyah Rasulullah yang patut dihormati. “Menghormati dzurriyah Rasulullah saw adalah kewajiban orang beriman,” tulis akun Prabu Satria.
Sebagian warganet lainnya justru mengajak agar perbedaan pandangan tidak berujung pada permusuhan. “Walaupun berbeda posisi, mari sama-sama hadir. Saya penerima, antum penolak. Yang penting tetap jaga ukhuwah,” komentar akun Karoehoen Manggung II.
Hingga kini, pihak panitia penyelenggara Milad Ponpes Assalmaniyyah Al Athosiyah maupun aparat kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait polemik yang muncul di masyarakat. Namun, situasi ini menjadi perhatian publik mengingat acara tersebut diperkirakan akan dihadiri ribuan jamaah serta habaib dan ulama lainnya.
Baca Juga: Tempat Judi Sabung Ayam di Tirtamulya Karawang Diobrak-abrik Polisi, Pengelola Kabur
Siapa Habib Bahar?
Habib Bahar bin Smith dikenal sebagai pendakwah asal Manado, Sulawesi Utara, yang lahir pada 23 Juli 1985. Ia mendirikan Majelis Pembela Rasulullah dan kerap mengisi ceramah di berbagai daerah dengan gaya tegas dan penuh kritik.
Habib Bahar juga pernah beberapa kali berhadapan dengan hukum, di antaranya kasus penganiayaan yang membuatnya sempat menjalani hukuman penjara. Meski demikian, ia tetap memiliki banyak pengikut yang loyal, terutama di kalangan jamaah majelis taklim. ***




