POJOKSATU.id. KARAWANG - Suasana hangat dan penuh haru mewarnai agenda silaturahmi Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) Bengle, Nurnida Alya, bersama warga Perumahan Citra Kebun Mas (CKM) Blok RT 20/RW 08, Karawang, Rabu (20/5/2026) malam.
Pertemuan yang awalnya berlangsung santai dengan diskusi seputar program “Belanja Masalah” itu berubah menjadi momen emosional ketika warga secara spontan menyampaikan doa dan dukungan terbaik untuk perjuangan politik figur muda tersebut.
Kehadiran Nurnida Alya di tengah warga mendapat sambutan hangat. Sosok perempuan muda berusia 27 tahun itu dinilai mampu membawa semangat baru bagi masyarakat Desa Bengle karena dinilai aktif turun langsung mendengarkan keluhan dan kebutuhan warga.
Tidak sedikit warga yang mengaku tersentuh melihat keseriusan Alya dalam membangun komunikasi dengan masyarakat hingga malam hari.
Baca Juga: Balon Kades Bengle Nurnida Alya Serap Keluhan Warga Perum CKM Lewat Program Belanja Masalah
“Melihat neng Alya yang masih muda, enerjik, tapi sudah punya pengalaman kerja yang bagus dan peduli mau turun langsung malam-malam begini, kami warga CKM hanya bisa mendoakan. Semoga niat baik neng Alya diijabah oleh Allah SWT, diberikan kesehatan, kekuatan, dan dilancarkan jalannya sampai nanti memimpin Desa Bengle,” ujar salah seorang perwakilan warga yang langsung diamini warga lainnya.
Ucapan tersebut membuat suasana pertemuan semakin hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Sejumlah emak-emak yang hadir tampak antusias memberikan dukungan moral kepada Alya.
Mereka berharap Desa Bengle ke depan dipimpin oleh sosok yang mau mendengar dan dekat dengan masyarakat.
Dalam agenda tersebut, warga juga sempat mengikuti panggilan video bersama Ketua DPRD Karawang yang memberikan pesan penting tentang kebersamaan dalam membangun lingkungan dan desa.
Pesan mengenai pentingnya “satu frekuensi” dalam pembangunan itu disambut positif warga yang hadir.
Bagi masyarakat CKM, kedekatan figur calon pemimpin desa dengan masyarakat serta dukungan jaringan hingga tingkat daerah menjadi kombinasi yang memberi harapan baru bagi kemajuan wilayah mereka.
Program “Belanja Masalah” yang diperkenalkan Nurnida Alya juga mendapat perhatian warga karena dinilai berbeda dengan pendekatan politik pada umumnya.
Melalui program tersebut, Alya mengaku ingin turun langsung menyerap persoalan warga sebelum menentukan langkah dan program prioritas ketika dipercaya memimpin Desa Bengle.
Warga pun memanfaatkan kesempatan tatap muka itu untuk menyampaikan berbagai aspirasi mulai dari persoalan lingkungan, pelayanan masyarakat, hingga harapan pembangunan ke depan.
Mendengar doa dan dukungan tulus dari masyarakat, Nurnida Alya tampak terharu. Dengan nada bergetar, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat warga CKM.
“Doa dan dukungan dari bapak ibu semua malam ini adalah energi terbesar bagi saya dan tim. Amanah berupa harapan-harapan ini tidak akan saya sia-siakan. Insya Allah, kita bersama-sama berjuang untuk membawa perubahan nyata dan solusi konkret bagi Desa Bengle yang kita cintai ini,” ujar Alya.
Pernyataan ibu dari lima anak tersebut langsung disambut tepuk tangan warga yang hadir.
Bagi Alya, dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam perjuangannya membangun Desa Bengle yang lebih maju dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Acara silaturahmi malam itu kemudian ditutup dengan suasana penuh keakraban. Warga bergantian berjabat tangan dengan Nurnida Alya sambil menyampaikan doa dan harapan secara langsung.
Kegiatan juga diakhiri dengan foto bersama antara Alya, tim pemenangan, dan warga Perumahan Citra Kebun Mas yang tampak kompak memberikan dukungan moral.
Momentum tersebut menjadi gambaran kuat bahwa pendekatan humanis dan komunikasi langsung dengan masyarakat masih menjadi nilai penting dalam membangun kepercayaan publik menjelang kontestasi pemilihan kepala desa di Bengle. ***




