POJOKSATU.id, KARAWANG – Kondisi memprihatinkan menyelimuti Monumen Kebulatan Tekad di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Monumen bersejarah yang menjadi simbol perjuangan kemerdekaan Indonesia itu kini terlihat tak terurus, dikelilingi tumpukan sampah yang mengeluarkan bau tak sedap.
Pantauan di lokasi pada Kamis (1/5/2025), tumpukan sampah ditemukan di sekitar area belakang deretan warung dan pertokoan, tepat di depan Kantor Kecamatan Rengasdengklok. Bau busuk menyengat di udara, terutama usai diguyur hujan, menimbulkan rasa tidak nyaman bagi warga maupun pengunjung.
“Sampah ini sudah menumpuk hampir berminggu-minggu. Baunya seperti bangkai, apalagi kalau kena air hujan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, sebut saja “Neng U”, kepada awak media.
Hingga kini, belum terlihat adanya upaya nyata dari petugas kebersihan maupun pemerintah daerah untuk menangani persoalan tersebut. Padahal, kawasan monumen berada tidak jauh dari pusat pemerintahan kecamatan.
Baca Juga: Pemuda Asli Karawang Ini Keracunan Kimia Saat Magang di Pabrik Velg Mobil, Malah Dipecat
Tokoh masyarakat Rengasdengklok, Nana S Permana, juga menyuarakan keprihatinannya terhadap buruknya pengelolaan lingkungan di area cagar budaya tersebut.
“Kami minta pemerintah dan dinas terkait segera turun tangan. Monumen Kebulatan Tekad adalah aset sejarah bangsa, jangan sampai rusak citranya hanya karena persoalan sampah,” ujarnya tegas.
Nana juga mengimbau warga sekitar agar tidak membuang sampah sembarangan dan mendorong pemerintah untuk memasang himbauan secara lisan maupun tertulis.
“Harus ada kesadaran bersama. Pemerintah bisa pasang papan larangan agar masyarakat ingat bahwa ini kawasan bersejarah, bukan tempat buang sampah,” tambahnya.
Baca Juga: Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Tewasnya Seorang Nenek di Karawang
Monumen Kebulatan Tekad Soekarno merupakan saksi bisu peristiwa penting dalam sejarah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Keberadaannya harus dijaga dan dirawat agar tetap menjadi tempat edukatif dan kebanggaan, baik bagi warga Karawang maupun pengunjung dari luar daerah. ***




