POJOKSATU.id, KARAWANG – Menteri Desa dan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, melakukan kunjungan ke Desa Kamojing, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang. Dalam kunjungannya, Yandri menyatakan komitmennya untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat desa, salah satunya dengan menginap di rumah penduduk selama kunjungan, daripada menginap di hotel.

Yandri menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan agar anggaran yang biasanya dipakai untuk akomodasi di hotel bisa dialihkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat, khususnya petani dan warga desa.

“Kalau saya menginap di hotel, dana untuk menginap mungkin bisa saya maksimalkan untuk kepentingan petani atau warga desa. Bahkan kalau harus tidur di kebun, saya siap,” ujar Yandri, Minggu 3 November 2024.

Ia juga menyetujui Presiden RI, Prabowo Subianto untuk mengurangi acara seremonial dan seminar yang seringkali hanya menghabiskan anggaran tanpa dampak langsung bagi masyarakat.

Baca Juga: Mendes Yandri Pantau Pemanfaatan Dana Desa di Situ Kamojing Karawang

Menurutnya, pemerintah harus fokus pada implementasi program yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat.

“Seminar-seminar itu penting, tetapi jika terlalu banyak, malah tidak efektif. Kita perlu berkonsentrasi untuk benar-benar mencapai tujuan utama program Presiden Prabowo, yaitu fokus pada pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Yandri.

Menteri Desa tersebut menambahkan bahwa ia bertekad untuk turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi desa, baik desa mandiri maupun desa tertinggal, guna mengoptimalkan potensi yang ada di setiap wilayah.

Baca Juga: Menteri Desa Yandri Susanto: Desa Kamojing Akan Menjadi Titik Awal Pengembangan Desa di Indonesia

“Indonesia punya sumber daya alam yang melimpah, dan juga sumber daya manusia yang kuat. Terkadang, yang kita butuhkan hanya kemauan yang sungguh-sungguh untuk memajukan desa,” tuturnya.

Dengan pendekatan langsung ini, Yandri berharap dapat mempercepat kemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya di daerah-daerah tertinggal di Indonesia. ***