POJOKSATU.id, KARAWANG - Bullying di sekolah semakin marak dan kerap kali berakibat fatal bagi mental anak-anak. Aktivis pendidikan, Ferry Dharmawan, menyarankan agar setiap sekolah membentuk tim anti bullying yang terdiri dari siswa-siswa terpilih.
"Bullying sering kali berakibat fatal bagi mental anak. Kepala sekolah harus membentuk tim anti bullying, di mana anggota pengawasnya dititikberatkan kepada siswa yang dipilih," ujar Ferry Dharmawan dalam wawancara eksklusif pada Minggu 28 Juli 2024.
Menurut Ferry, anak-anak jarang memiliki keberanian untuk mengadu kepada orang tua mereka. Oleh karena itu, sangat penting untuk melibatkan siswa sebagai informan dan trouble shooter yang dilatih oleh sekolah.
Baca Juga: Ferry Jambul Merah Jadi Ketua AKLINAS Karawang
"Dengan adanya tim ini, siswa dapat merasa lebih nyaman dan aman untuk melaporkan kasus bullying yang terjadi. Anggota tim anti bullying yang berasal dari kalangan siswa diharapkan dapat lebih dekat dan peka terhadap tanda-tanda bullying di lingkungan sekolah," ujar Ferry atau yang dikenal dengan panggilan Jambul Merah.
Ferry juga menekankan pentingnya pelatihan bagi anggota tim anti bullying agar mereka dapat mengenali dan menangani kasus bullying dengan tepat.
"Pelatihan ini harus mencakup cara berkomunikasi yang efektif, teknik mediasi, serta cara memberikan dukungan emosional kepada korban bullying," jelasnya.
Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa, serta membantu menurunkan angka kasus bullying yang kian meningkat. ***




