POJOKSATU.id, KARAWANG – Setelah resmi purna tugas sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang pada 1 Juli 2024, Drs. H. Acep Jamhuri, M.Si tidak lantas berhenti mengabdi. Usai menapaki 34 tahun perjalanan karier di dunia birokrasi, Acep memilih membuka babak baru pengabdian dengan cara berbeda—melalui pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Bagi pria yang pernah maju sebagai Calon Bupati Karawang ini, pensiun bukanlah garis akhir. Justru dari sinilah ia menegaskan komitmennya memperkuat tiga sektor utama yang menjadi fokus barunya: Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Penguatan Keluarga.

Acep menilai, kemandirian pangan tidak bisa dilepaskan dari sinergi antara pemerintah, petani, dan masyarakat. Ia menyoroti kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), program strategis pemerintah pusat yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Menurutnya, keberadaan dapur SPPG di setiap daerah dapat menjadi peluang besar bagi petani dan peternak lokal. “Pertanian dan ketahanan pangan adalah fondasi utama. Kita harus memastikan sawah-sawah tetap produktif dan hasilnya mendukung kebutuhan pangan masyarakat,” tegas Acep saat dihubungi, Kamis (14/11/2025).

Ia berharap petani dan peternak Karawang dapat berperan aktif sebagai penyedia bahan baku untuk SPPG. “Kalau kebutuhan SPPG—mulai dari beras, sayur, hingga sumber protein hewani—bisa dipenuhi secara mandiri oleh petani lokal, maka otomatis akan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Buruh Karawang dan Pemkab Capai 7 Kesepakatan Strategis

Gagasan tersebut, lanjut Acep, bukan hanya soal ekonomi, tapi juga strategi memperkuat rantai pasokan gizi nasional dari daerah. Dengan menjadikan petani sebagai pemasok utama, Karawang dapat menjadi model daerah yang mandiri pangan sekaligus berdaya saing tinggi.

Visi itu bukan hal baru bagi Acep. Saat masih menjabat Sekda, ia dikenal konsisten menjaga keberadaan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar tidak tergerus oleh alih fungsi lahan industri.

Selain fokus pada sektor pangan, Acep juga memperkuat pengabdian di bidang spiritual. Kini ia dipercaya sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Karawang, menjadikan rumah ibadah tersebut sebagai pusat pembinaan dan kegiatan umat.

Baca Juga: Klarifikasi SPPG Karawang Soal Video Viral Ricuh Relawan: Hanya Salah Paham

Sementara dalam kehidupan pribadi, Acep mengaku masa purna tugas memberinya ruang untuk kembali ke akar terpenting kehidupannya: keluarga. Setelah puluhan tahun tersita untuk tugas pemerintahan, ia kini lebih banyak meluangkan waktu mendidik dan membimbing keluarganya.

Dengan pengalaman panjang sebagai Kepala Dinas PUPR hingga Sekda sejak 2019, Acep Jamhuri tetap menunjukkan bahwa semangat melayani tak mengenal masa jabatan. Melalui gerakan kemandirian petani, ketahanan pangan, dan pembinaan keluarga, ia membuktikan bahwa pengabdian sejati tidak berhenti meski masa dinas telah usai. ***