POJOKSATU.id, KARAWANG – Di balik kesibukan Kota Karawang, terselip cerita menarik tentang sosok Mang Nenta (54), pria sederhana yang dikenal luas sebagai ahli urut saraf dengan kemampuan yang membuat banyak kalangan terpukau—termasuk pejabat daerah.

Tinggal di kawasan Bakan Kirai, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Mang Nenta bukan sekadar tukang urut rumahan. Pria kelahiran 1971 ini disebut-sebut mahir menangani berbagai gangguan saraf, mulai dari stroke hingga masalah kebugaran pria.

Kemampuannya bukan muncul begitu saja. Mang Nenta merupakan penerus tradisi keluarga. Ia belajar dari ayahnya, Pa Wastim, serta kakeknya, Ki Ecing, dua sosok yang dulu dikenal sebagai juru urut kampung yang mumpuni.

“Memang ada bakat sendiri, tapi banyak juga yang diwariskan dari Bapak dan Kakek,” kata Mang Nenta saat ditemui ketika menangani pasien pada Sabtu malam (15/11/2025).

Baca Juga: Pelaku Pembacokan dan Perampasan Motor di Karawang Ditangkap

Keahliannya membuat namanya menembus lingkungan elit Karawang. Selain melayani warga sekitar, ia juga dipercaya sejumlah personel TNI, Polri, hingga Satpol PP. Bahkan Sekda Karawang, Asep Aang, pernah memanggilnya secara khusus untuk meminta terapi urut.

Salah satu kemampuan yang paling banyak dicari adalah urut saraf. Mang Nenta mengaku pernah membantu pasien yang mengalami stroke hingga berangsur pulih. Ia juga dikenal mampu meningkatkan kebugaran dan vitalitas pria, sehingga banyak pasien datang kembali secara rutin.

Tak hanya urusan fisik, Mang Nenta juga sering dimintai bantuan dalam menangani kasus kesurupan. Banyak keluarga datang kepadanya untuk meminta pertolongan saat ada anggota keluarganya menunjukkan gejala gangguan non-medis.

Baca Juga: Polres Karawang Dalami Kasus Penganiayaan Anak Disabilitas asal Purwakarta, Lima Saksi Segera Diperiksa

Selama memijat, reaksi pasien pun kerap tak terduga. Ada yang menangis, ada yang tertawa, dan ada pula yang tampak seperti melepaskan beban tertentu.

“Kadang ada pasien yang tiba-tiba menangis, mungkin ada sesuatu yang keluar. Ada juga yang tertawa geli saat saya betulkan uratnya,” jelas Mang Nenta.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memakai ritual khusus. Menurutnya, apa pun reaksi yang muncul berasal dari kondisi tubuh atau sisi non-fisik pasien.

“Saya hanya fokus mengurut. Kalau ada reaksi begitu, itu murni yang dirasakan pasien saat uratnya saya perbaiki,” ujarnya.

Sebelum menekuni profesinya saat ini, Mang Nenta sempat bekerja sebagai petani maro dan pernah menjadi karyawan sebelum mengalami PHK pada 1994. Setelah itu, ia memilih menekuni keahlian warisan keluarga yang kini justru mengantarkannya menjadi salah satu juru urut paling dicari di Karawang Timur. ***