POJOKSATU.id, KARAWANG - Manajemen bersama Serikat Pekerja PT Tenma Indonesia kembali menggelar kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial dan kontribusi nyata kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan yang berlangsung di Seminar Room PT Tenma Indonesia tersebut diikuti karyawan dari berbagai section. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian donor darah yang digelar untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di lingkungan kerja.

Donor darah ini merupakan hasil kolaborasi antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja dalam membangun budaya kerja yang harmonis, sehat, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Manager HRD PT Tenma Indonesia, Adi Andrian, mengatakan kegiatan donor darah tidak hanya menjadi agenda sosial perusahaan, tetapi juga bentuk tanggung jawab perusahaan dalam mendukung kebutuhan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah sekaligus mengajak karyawan untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial," ujarnya.

Baca Juga: Transformasi TelkomGroup Mulai Berbuah, InfraNexia Perkuat Infrastruktur Digital Nasional

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja PT Tenma Indonesia, Suryadi, mengapresiasi tingginya partisipasi karyawan yang secara sukarela mendonorkan darahnya.

Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama merupakan nilai positif yang harus terus dijaga dan dikembangkan di lingkungan perusahaan.

Sebelum melakukan donor darah, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur yang berlaku. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin (Hb), hingga kondisi kesehatan secara umum untuk memastikan peserta layak menjadi pendonor.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Melalui aksi kemanusiaan ini, manajemen dan serikat pekerja berharap donor darah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan budaya berbagi.

Kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa hubungan industrial yang harmonis tidak hanya diwujudkan melalui komunikasi yang baik antara perusahaan dan pekerja, tetapi juga melalui aksi nyata yang berdampak positif bagi kemanusiaan. ***