POJOKSATU.id, KARAWANG - Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia mengenang sosok pahlawan perempuan yang gagasannya melampaui zaman: Raden Ajeng Kartini.

Bagi Ustazah Halimatusadiyah, atau yang akrab disapa Teh Elim, peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, Kartini adalah simbol perjuangan perempuan yang sejalan dengan ajaran Islam.

Di kediamannya yang sederhana di Pondok Pesantren Baabul Khoir, Karawang, Teh Elim memaknai sosok Kartini sebagai perempuan cerdas, tangguh, dan penuh semangat memperjuangkan pendidikan. Semangat yang menurutnya selaras dengan perintah agama Islam.

"Dalam Islam, menuntut ilmu itu wajib bagi laki-laki maupun perempuan. Kartini dengan tegas memperjuangkan hal itu di masa ketika perempuan belum dianggap layak bersekolah," ujar Teh Elim saat ditemui pada Senin (21/4/2025).

Teh Elim menegaskan bahwa perjuangan Kartini bukan bentuk perlawanan terhadap kodrat, melainkan upaya untuk mengangkat harkat perempuan agar bisa berkembang dan berkontribusi. Menurutnya, Islam tidak pernah mengekang perempuan, justru memberikan ruang luas selama tetap berada dalam koridor nilai-nilai agama.

Baca Juga: Hari Kartini, Kades Cantik Ini Ajak Perempuan Karawang Tampil Berdaya

“Emansipasi yang dibawa Kartini sangat Islami. Perempuan dalam Islam dimuliakan, diberi hak bicara, hak belajar, bahkan hak menentukan pilihan hidup. Jadi, tidak ada yang bertentangan,” jelasnya.

Bagi Teh Elim, keteladanan Kartini tidak hanya terletak pada pemikirannya, tapi juga pada sifat-sifat mulianya. Kesabaran, keteguhan hati, dan semangat untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik adalah kualitas yang juga diajarkan dalam Islam.

"Perempuan yang berilmu akan lebih kuat menghadapi tantangan hidup, lebih bijak dalam mendidik anak, dan lebih siap menjadi bagian dari perubahan sosial. Inilah semangat yang seharusnya diwarisi oleh perempuan Muslim hari ini," tambahnya.

Dalam suasana Hari Kartini ini, Teh Elim mengajak para perempuan, khususnya di Karawang, untuk tidak berhenti belajar. Baik ilmu umum maupun ilmu agama, keduanya penting sebagai bekal menjalani kehidupan yang bermakna.

Baca Juga: Ratusan Warga Karangligar Karawang Gelar Aksi, Tuntut Kades Dicopot

"Perempuan Muslim harus cerdas dan religius. Pendidikan dan agama harus berjalan beriringan agar perempuan bisa berkarya tanpa kehilangan jati diri," tuturnya.

Baginya, semangat Kartini adalah ajakan untuk terus bergerak, berkembang, dan memberi manfaat bagi sesama. Dan jika semangat itu ditanamkan dalam jiwa perempuan Muslim, maka bangsa ini akan memiliki generasi yang lebih kuat, baik dari sisi moral maupun intelektual.

"Islam dan Kartini bukan dua kutub yang bertentangan. Justru saling menguatkan. Kartini adalah inspirasi perempuan berdaya yang tidak melupakan nilai-nilai agama," pungkas Teh Elim dengan senyum hangat. ***