POJOKSATU.id, KARAWANG - Pemerintah Kelurahan Karawang Wetan menunjukkan sikap tegas dalam mendukung program normalisasi saluran air di wilayahnya. Proyek yang membentang dari kawasan Johar hingga belakang Makodim 0604/Karawang ini dinilai sebagai langkah penting untuk mengatasi persoalan lingkungan yang selama ini terjadi.

Normalisasi sepanjang sekitar 2 kilometer tersebut tidak hanya difokuskan pada pengerukan sedimen, tetapi juga menjadi momentum penataan kawasan bantaran kali.

Lurah Karawang Wetan, Hj. Nenti Kurniawati, menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa hasil normalisasi harus dijaga bersama, terutama dari potensi munculnya kembali bangunan liar.

Menurutnya, keberadaan bangunan di bantaran sungai menjadi salah satu penyebab utama terganggunya aliran air, terutama saat musim hujan.

Baca Juga: PJT II Kebut Normalisasi Irigasi Johar Karawang

“Kami mendukung penuh normalisasi ini. Tapi setelah selesai, jangan sampai bantaran kali kembali dipenuhi bangunan liar,” tegasnya, Selasa (31/3/2026).

Ia menekankan, area yang telah dibersihkan harus tetap steril agar fungsi saluran air bisa optimal dalam jangka panjang. Jika tidak dijaga, upaya normalisasi dikhawatirkan hanya akan menjadi solusi sementara.

Terkait penertiban bangunan liar yang terdampak proyek, pihak kelurahan memastikan proses telah dilakukan sesuai prosedur. Pendekatan persuasif pun telah dilakukan sejak awal agar tidak menimbulkan konflik di lapangan.

Surat peringatan resmi dari Satpol PP dan PJT II telah disampaikan kepada warga melalui pengurus RT dan RW. Selain itu, koordinasi juga dilakukan langsung dengan para pemilik atau pengelola bangunan di sepanjang bantaran.

Baca Juga: Pria 40 Tahun di Karawang Ditangkap Polisi Terkait Kasus Asusila Anak

“Kami sudah sampaikan peringatan melalui RT/RW, termasuk kepada pengelola bangunan agar segera melakukan pembongkaran,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan kesadaran bersama bahwa bantaran kali bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan umum.

Hj. Nenti juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai titik perubahan dalam menjaga lingkungan. Ia menilai, persoalan banjir dan genangan tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga perilaku manusia.

Baca Juga: Kapolres Karawang Prediksi Puncak Arus Balik Terjadi Akhir Pekan

Dengan normalisasi yang sedang berjalan, ia berharap aliran air bisa kembali lancar dan risiko banjir dapat diminimalisir.

Namun demikian, keberhasilan program ini tetap bergantung pada komitmen masyarakat untuk tidak kembali memanfaatkan bantaran kali secara ilegal.

“Setelah dibersihkan, harus dijaga bersama. Jangan sampai kembali seperti sebelumnya,” pungkasnya. ***