POJOKSATU.id, KARAWANG – Semangat pembinaan karakter generasi muda kembali digaungkan melalui kegiatan kepramukaan. Kwartir Ranting (Kwarran) Telagasari bersama SMK PGRI Telagasari sukses menggelar Lomba Baris-Berbaris (LBB) tingkat Penggalang yang diikuti peserta dari wilayah Telagasari dan Lemah Abang.
Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan disiplin dan kerja sama tim ini mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah peserta. Panitia menyebutkan, jumlah regu yang ikut serta bertambah dari 20 menjadi 27 regu, menandakan antusiasme tinggi dari sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP.
Ketua Kwarran Telagasari, Rosmawati M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu mempererat hubungan antar Gugus Depan (Gudep) sekaligus memupuk karakter positif peserta didik.
"Kami dari Kwarran Telagasari sangat mengapresiasi kegiatan ini. Awalnya muncul pemikiran bagaimana menciptakan kegiatan kepramukaan yang bisa menyatukan sekolah-sekolah di Telagasari. Ternyata sambutan luar biasa," ujarnya.
Rosmawati menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi lebih pada pembentukan mental dan karakter generasi muda.
Baca Juga: Lomba Pramuka di SMK PGRI Telagasari Karawang Bangun Disiplin dan Karakter Pelajar
"Tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar mengejar juara, tapi mempererat silaturahmi dan membangun jiwa persaudaraan antar Pramuka Penggalang," tambahnya.
Selain memperkuat eksistensi kepramukaan, lomba ini juga memberi dampak positif bagi lembaga pendidikan. Bagi SMK PGRI Telagasari, momentum tersebut sekaligus memperkenalkan sekolah kepada para peserta didik tingkat SMP dan SD.
Kepala SMK PGRI Telagasari, H. Yanyan Sopyanudin, ST., M.M, mengungkapkan bahwa lomba ini memiliki nilai strategis baik bagi sekolah maupun pembinaan kader Pramuka.
"Kegiatan LBB ini memiliki dua tujuan. Pertama, memperkuat kembali ekskul Pramuka dari tingkat Penggalang hingga Penegak. Kedua, menjadi media pendewasaan bagi para Penegak di sekolah kami dalam mengelola sebuah event besar," jelasnya.
Menurut Yanyan, melalui kegiatan seperti ini para siswa dilatih untuk bertanggung jawab dan memiliki kemampuan organisasi.
"Anak-anak kami tidak hanya menjadi penonton, tetapi mereka terjun langsung sebagai pelaksana kegiatan. Ini bagian dari pembinaan karakter agar mereka siap menghadapi tantangan di masa depan," ujarnya.
Yanyan juga menambahkan bahwa kegiatan Pramuka mampu menjadi solusi pencegahan kenakalan remaja seperti tawuran, perundungan (bullying), hingga penyalahgunaan waktu bermain yang berlebihan.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin dan diperluas jangkauannya.
"Ke depan kami ingin kegiatan seperti ini bisa diikuti sekolah-sekolah dari luar Telagasari dan Lemah Abang, minimal mencakup lima kecamatan dalam satu komisariat," tutupnya. ***




