POJOKSATU.id, SUBANG - Dosen Miftahul Huda Pamanukan, H. Saman Hudi, menyoroti tiga nama politisi Pantura yang memiliki potensi kuat untuk maju dalam Pilkada 2024. Menurutnya, Lina Marliana dinilai paling berpeluang untuk menjadi kandidat calon bupati atau wakil bupati.
"Hal itu disampaikan setelah menganalisis dari berbagai sudut pandang, baik dari sisi ketokohan, gender, maupun kepartaian," ujar Saman dalam keterangannya pada Minggu, 10 Maret 2024.
Saman menegaskan bahwa dalam perhelatan kepemimpinan di Subang, Pantura selalu terabaikan, dengan bupati atau wakil bupati yang bukan berasal dari wilayah tersebut, meskipun potensi dan jumlah penduduk Pantura lebih besar.
"Dorongan warga Pantura untuk memiliki perwakilan dalam kepala daerah menjadi hal yang sangat penting, mengingat adanya perasaan dianak tirikan dan potensi yang belum teroptimalkan," jelasnya.
Dari tiga tokoh Pantura yang dibicarakan, yaitu Lina Marliana, H. Adik, dan H. Hermansyah, Saman meyakini bahwa Lina Marliana memiliki peluang terbesar. Hal ini didasarkan pada perannya sebagai bendahara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Subang, serta popularitasnya yang lebih dikenal oleh masyarakat Pantura.
Baca Juga: PKB Subang Kantongi 7 Nama Balon Bupati Menjelang Pilkada
"Saya kira di internal PKB, yang paling siap maju dalam Pilkada adalah Lina, ini jika dibandingkan dengan kader lainnya," ungkap Saman.
Lebih lanjut, Saman menjelaskan bahwa popularitas Lina Marliana, terutama di Pantura, merupakan salah satu faktor penentu. Selama hampir lima tahun, Lina Marliana telah menduduki posisi Wakil Ketua DPRD Subang, yang membuatnya dikenal luas oleh masyarakat.
Sementara itu, H. Adik dan H. Hermansyah, harus bersaing dengan kader di partai masing-masing, yakni PDIP dan Golkar. Meskipun H. Ali Muqoddas juga menjadi sorotan, namun Saman meyakini bahwa PKB akan kesulitan memasarkannya karena faktor kedaerahan.
Baca Juga: Momen Haru Prabowo Peluk dan Beri Bantuan Bebek untuk Pengusaha Telur Asin Asal Subang
"Berdasarkan analisa, Lina Marliana memiliki peluang besar dari sisi kepartaian, popularitas, dan juga gender," tambahnya.
Saman juga menyoroti bahwa keberadaan Lina Marliana sebagai politisi perempuan yang memiliki penampilan menarik dapat menjadi daya tarik bagi pemilih perempuan, sebagaimana terlihat dari keberhasilan beberapa kabupaten lain yang dipimpin oleh bupati perempuan.
"Periode kemarin, Kabupaten Purwakarta, Karawang, dan Indramayu, bupatinya adalah perempuan," pungkas Saman. ***




