POJOKSATU.id, KARAWANG - Suasana malam akhir pekan yang seharusnya menjadi momen santai bersama keluarga justru berubah menjadi pengalaman menegangkan bagi seorang pengunjung di Mall Festive Walk Karawang, Sabtu (25/4/2026) malam.
Satu keluarga yang tengah menikmati malam minggu harus merasakan pengalaman mencekam setelah terjebak di dalam lift selama kurang lebih 30 menit. Insiden itu terjadi tanpa peringatan, membuat kepanikan tak terhindarkan, terutama bagi seorang balita berusia lima tahun yang terus menangis ketakutan di dalam ruang sempit.
Peristiwa tersebut dialami Ilyas bersama istri dan anaknya saat hendak berpindah lantai menggunakan lift di area pusat perbelanjaan tersebut. Tanpa adanya pemberitahuan atau tanda bahwa lift sedang bermasalah, mereka masuk seperti biasa.
Namun beberapa saat setelah pintu lift tertutup dan alat mulai bergerak, perjalanan mendadak terhenti.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Berkah UMKM Karawang, Produksi Tahu-Tempe Naik 6 Kali Lipat
Lift tiba-tiba berhenti di tengah jalur, membuat mereka terjebak di dalam kabin tertutup tanpa kepastian kapan bisa keluar.
“Tidak ada pemberitahuan kalau lift rusak, jadi kami masuk saja seperti biasa,” kata Ilyas dengan nada kecewa.
Situasi di dalam lift perlahan berubah mencekam. Ruang sempit, sirkulasi udara terbatas, dan ketidakpastian membuat suasana semakin tegang.
Ilyas mengaku harus berusaha keras menenangkan anak dan istrinya yang mulai panik. Anak mereka yang masih balita terus menangis histeris, sementara sang istri mengalami syok akibat insiden mendadak tersebut.
Baca Juga: Ribuan Massa GMPI Kepung DPRD Karawang
“Anak saya sangat ketakutan, begitu juga istri saya. Kejadian ini benar-benar membuat mereka trauma,” ujarnya.
Malam yang seharusnya menjadi waktu bersantai bersama keluarga berubah menjadi pengalaman traumatis yang sulit dilupakan.
Bagi seorang anak kecil, terjebak di ruang sempit tanpa bisa keluar selama puluhan menit tentu bukan pengalaman biasa. Begitu pula bagi orang dewasa, kondisi seperti itu bisa memicu kepanikan, sesak, hingga tekanan psikologis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan mengenai lift macet diterima petugas keamanan sekitar pukul 20.10 WIB.
Baca Juga: Diduga Dipakai ABG untuk Nongkrong, Mobil Dinas Pemkab Karawang Terlantar di Kawasan Industri
Tim keamanan Mall Festive Walk Karawang disebut langsung bergerak setelah menerima laporan adanya pengunjung yang terjebak di dalam lift.
Namun proses evakuasi tidak bisa dilakukan dengan cepat karena posisi lift berhenti di titik tanggung, yakni berada di antara dua lantai.
Kondisi tersebut membuat pintu lift tidak bisa langsung dibuka dan memerlukan penanganan teknis khusus.
Iqbal selaku PIC Security Mall Festive Walk Karawang menjelaskan bahwa pihak keamanan langsung berkoordinasi dengan teknisi setelah menerima laporan.
Menurutnya, sistem otomatis lift saat itu tidak merespons sehingga petugas harus menggunakan metode manual untuk mengevakuasi korban.
“Kami langsung tindak lanjuti dengan menghubungi teknisi. Karena posisi lift terhenti di tengah, teknisi harus melakukan engkol manual agar posisi lift bisa sejajar dengan pintu lantai,” jelas Iqbal.
Teknisi kemudian melakukan proses manual untuk menggeser posisi lift agar sejajar dengan lantai terdekat. Langkah itu dilakukan secara hati-hati demi memastikan keselamatan seluruh penumpang yang terjebak di dalam.
Sekitar 30 menit kemudian, pintu lift akhirnya berhasil dibuka dan seluruh korban dievakuasi dalam kondisi selamat.
Tidak ada korban luka fisik dalam insiden tersebut. Namun tekanan psikologis yang dialami keluarga itu disebut cukup berat, terutama bagi anak dan istri korban yang mengalami kepanikan hebat selama terjebak.
Insiden ini langsung memicu sorotan terkait aspek keselamatan fasilitas umum di pusat perbelanjaan.
Pengunjung menilai kejadian tersebut seharusnya bisa dicegah jika pengelola mal melakukan pengecekan berkala dan memberikan informasi secara terbuka kepada pengunjung saat fasilitas mengalami gangguan.
Ketiadaan pemberitahuan di area lift menjadi salah satu sorotan utama. Sebab dalam kondisi fasilitas bermasalah, pengunjung semestinya mendapat informasi cepat agar tidak menggunakan sarana yang berpotensi membahayakan.
Minimnya informasi dinilai sebagai bentuk kelalaian yang bisa membahayakan keselamatan publik.
Dalam situasi seperti pusat perbelanjaan yang ramai pengunjung, fasilitas vertikal seperti lift dan eskalator merupakan sarana vital yang digunakan setiap saat.
Karena itu, pemeliharaan rutin dan sistem peringatan dini menjadi bagian penting yang tidak bisa diabaikan.
Kejadian di Festive Walk Karawang menjadi pengingat bahwa kerusakan fasilitas publik, sekecil apa pun, dapat berdampak besar jika tidak ditangani secara cepat dan transparan.
Terlebih ketika yang terdampak adalah keluarga dengan anak kecil, risiko trauma psikologis bisa jauh lebih besar dibanding dampak fisik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Mall Festive Walk Karawang belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab pasti lift macet tersebut.
Belum ada pula penjelasan mengenai langkah evaluasi, bentuk tanggung jawab, maupun kemungkinan kompensasi terhadap korban yang mengalami trauma akibat insiden itu. ***




