POJOKSATU.id, KARAWANG - Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan Kodim 0604/Karawang melalui langkah nyata di lapangan. Salah satunya dengan mengembangkan budidaya bebek peking secara intensif yang melibatkan langsung masyarakat sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi lokal.

Program ini dijalankan oleh Satuan Kompi Produksi Ketahanan Pangan Kodim 0604/Karawang yang berada di bawah Korem 063/Sunan Gunung Jati dan Kodam III/Siliwangi. Tidak hanya berorientasi pada produksi pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan peningkatan keterampilan bagi warga.

Di atas lahan kandang seluas 300 meter persegi, sebanyak 2.400 ekor bebek peking dikelola secara profesional oleh tiga warga binaan. Mereka tidak hanya bekerja sebagai pengelola, tetapi juga mendapatkan transfer ilmu terkait teknik peternakan modern.

Baca Juga: Serda Usep Sukendar, Babinsa Kodim Karawang Diberi Penghargaan Usai Selamatkan Warga dari Amuk Massa

Salah satu warga binaan, Ahmadia (41), yang akrab disapa Memed, mengungkapkan bahwa fase awal pemeliharaan menjadi tahap paling krusial dalam budidaya bebek peking.

“Tantangan terbesar ada di awal, terutama saat bibit baru datang. Mereka sering tidur menumpuk, sehingga harus terus dipantau agar tidak saling menindih. Tapi dengan penanganan yang tepat, angka kematian bisa ditekan sangat rendah, hanya sekitar 0,1 persen,” ujarnya saat ditemui, Selasa (14/4/2026).

Menurut Memed, keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh manajemen pakan dan perawatan yang tepat sejak dini. Pada fase starter, yaitu usia 0 hingga 14 hari, bebek diberikan pakan khusus yang dicampur vitamin Pitacik untuk menunjang pertumbuhan awal.

Dalam fase ini, satu galon pakan biasanya habis dalam waktu satu hingga dua hari, tergantung tingkat konsumsi ternak. Setelah melewati usia dua minggu, bebek memasuki fase finisher dengan jenis pakan yang lebih kasar.

Baca Juga: Aksi Nyata Peduli Warga, Klinik Amanah Bunda Gelar Pengobatan Gratis di Plawad Karawang

Untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan daging, air minum ternak juga dicampur suplemen Miopro. Kombinasi pakan dan suplemen ini terbukti efektif dalam menjaga kesehatan sekaligus mempercepat pertambahan bobot bebek.

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan pakan pun meningkat signifikan. Memed menyebutkan, pada usia dua minggu, total konsumsi pakan untuk 2.400 ekor bebek bisa mencapai satu kuintal per hari.

Selain pakan, faktor kebersihan kandang menjadi perhatian utama. Untuk menjaga kondisi tetap kering dan higienis, pengelola menggunakan sekam padi sebagai alas kandang.

Jika kondisi mulai lembap, sekam akan segera diganti untuk mencegah munculnya penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan ternak.

Baca Juga: Curi Motor di Tempat Kerja Sendiri, Mantan Karyawan Sampoerna Dibekuk Polres Karawang

“Lingkungan kandang harus selalu dijaga. Kalau lembap, risiko penyakit meningkat. Jadi kami rutin kontrol dan mengganti alas,” jelasnya.

Sementara itu, Pasiter Kodim 0604/Karawang, Kapten Inf Kihajar, menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi langsung dari instruksi komando atas dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, kehadiran TNI dalam program ini bukan sekadar sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri.

“Kompi Produksi ini bukan hanya tentang budidaya, tapi juga bagaimana kami bisa berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat. Harapannya, warga bisa mandiri dan memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan keterlibatan aktif warga, program ketahanan pangan tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga memberikan dampak ekonomi secara langsung.

Lebih jauh, program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi wilayah lain, khususnya di lingkungan Kodam III/Siliwangi. Konsep budidaya unggas yang produktif, efisien, dan berbasis pemberdayaan masyarakat dinilai mampu menjawab tantangan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Di tengah dinamika kebutuhan pangan yang terus meningkat, langkah seperti ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara aparat dan masyarakat dapat menciptakan solusi yang berkelanjutan.

Dengan dukungan yang konsisten dan pengelolaan yang profesional, budidaya bebek peking di Karawang ini berpotensi menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas pangan daerah.

Ke depan, warga yang terlibat diharapkan tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga mampu berkembang menjadi peternak mandiri yang dapat mengelola usaha serupa secara mandiri.

Program ini pun menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga tentang membangun kapasitas manusia sebagai pelaku utama. ***