POJOKSATU.id, KARAWANG — RSUD Jatisari menunjukkan gebrakan baru dalam dunia kesehatan dengan meluncurkan aplikasi monitoring alat kesehatan (alkes) yang sukses membawa mereka meraih runner-up dalam Lomba Kreativitas dan Inovasi Alkes tingkat Provinsi Jawa Barat 2025.
Menghadapi ketatnya persaingan dari belasan rumah sakit se-Jawa Barat, tim inovator RSUD Jatisari hadir dengan solusi berbasis aplikasi yang mampu mengawasi kondisi seluruh alat kesehatan rumah sakit secara real-time dan terintegrasi. Inovasi ini bertujuan mempercepat pemeliharaan, pencatatan, serta perbaikan alat medis, demi mendukung layanan kesehatan yang lebih optimal.
Ramadhan Febri Kusuma, perwakilan tim inovator, menjelaskan bahwa aplikasi ini mempermudah teknisi dalam mendeteksi kerusakan dan mencatat riwayat perawatan alat kesehatan. "Semua data alat kesehatan tercatat rapi. Riwayat kerusakan hingga tindakan perbaikannya langsung terekam dalam sistem, sehingga teknisi bisa mengambil tindakan lebih cepat," kata Febri saat ditemui dalam acara konferensi pers di RSUD Jatisari, Senin (28/4).
Baca Juga: RSUD Jatisari Gelar Pengobatan Gratis untuk Warga Terdampak Banjir di Karangligar
Dalam kompetisi yang digelar daring tersebut, RSUD Jatisari harus bersaing dengan rumah sakit besar seperti RS Mata Cicendo Bandung. Meskipun tantangan berat, inovasi aplikasi monitoring RSUD Jatisari dinilai unggul dalam hal user-friendly dan keakuratan data inventaris alat kesehatan.
Saat ini, aplikasi monitoring tersebut masih digunakan secara internal untuk menjaga keamanan data alat medis rumah sakit. Febri menyebutkan, ke depan ada rencana mengembangkan fitur tambahan seperti sistem notifikasi otomatis jika alat terdeteksi mengalami gangguan.
Untuk diketahui, Ramadhan Febri Kusuma merupakan alumni Akademi Teknik Andakara Jakarta yang telah mengabdikan diri di RSUD Jatisari sejak 2020. Selain berkontribusi dalam inovasi ini, Febri juga aktif dalam kegiatan nasional, termasuk mencatatkan rekor MURI untuk jumlah pemeliharaan tensimeter terbanyak. ***




