POJOKSATU.id, KARAWANG – Pengumuman terbaru dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang mengenai layanan pengaduan penipuan lowongan kerja justru menuai gelombang kritik tajam dari warganet. Alih-alih dipercaya, pembukaan nomor aduan resmi di 0811-1015-1081 dinilai hanya pencitraan dan tidak akan menyelesaikan akar persoalan ketenagakerjaan yang sudah lama dikeluhkan masyarakat.

Respons keras terlihat di kolom komentar unggahan Disnakertrans di media sosial. Banyak pengguna menyoroti bahwa persoalan percaloan kerja, dugaan mafia rekrutmen, dan pungutan liar sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa tindakan tegas. Seorang netizen menulis, "OMON OMON... BIAR DIKIRA PEDULI NYATA DI LAPANGAN BEDA CERITA!! WEEEEL!" Komentar lain tak kalah pedas menyebut, "Retorika doang... kadang mfi (mafia)-nya ada di dalam juga."

Warga juga mendesak Disnakertrans tidak hanya sekadar membuka nomor aduan, tetapi turun langsung ke lapangan untuk membongkar praktik curang di dunia rekrutmen kerja. "Coba turun ke lapangan dong Disnaker, bukan rahasia umum cari kerja di Karawang harus pakai duit. Bayar, bayar, bayar baru kerja," tulis seorang warganet lainnya.

Keluhan yang ramai diungkapkan publik adalah maraknya praktik penipuan berkedok yayasan atau jasa penyalur tenaga kerja. Salah satu komentar menyebut pola yang kini banyak terjadi, "Sekarang mah banyak calo berkedok yayasan biar aman. Pengen kerja di perusahaan harus bayar 9 juta, potong gaji selama 6 bulan. Kontrak habis perpanjang bayar lagi. Inilah Karawangku...."

Baca Juga: Kadinkes Karawang Nyaris Diamuk Peserta RDP di Gedung DPRD

Banyak pihak meyakini praktik pungli tersebut berjalan sistematis dan melibatkan oknum tertentu. Publik menduga pola rekrutmen tenaga kerja di Karawang sudah lama tidak sehat dan merugikan pencari kerja, terutama warga lokal yang berharap bekerja di daerah industri ini.

Kekecewaan juga disampaikan warga Karawang yang mengaku merasa tersisih di kampung sendiri. Seorang netizen curhat, "Dari lulus sekolah belum pernah kerja di Karawang, padahal kota kelahiran. Malah kerja di Cikarang. Sedih, tapi semoga generasi berikutnya bisa bersaing sehat di kota sendiri," tulis akun bernama Suami Said.

Di sisi lain, muncul juga kekhawatiran soal keamanan pelapor. Warganet mempertanyakan perlindungan bagi masyarakat yang ingin melaporkan penipuan kerja. "Kalo ditipu sama Karang Taruna lapornya kemana? Apa ada jaminan keamanan buat pelapor?" tulis komentar lain yang cukup banyak disorot.

Gelombang komentar publik ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan pengaduan pemerintah masih rendah. Warga meminta agar Disnakertrans tidak hanya mengandalkan publikasi di media sosial, tetapi segera melakukan penindakan nyata di lapangan dan memutus mata rantai praktik pungli dalam dunia kerja.

Redaksi masih berupaya meminta tanggapan resmi dari pihak Disnakertrans Karawang terkait kritik publik ini serta langkah apa yang akan dilakukan untuk menindak tegas dugaan mafia rekrutmen kerja yang marak meresahkan warga. ***