POJOKSATU.id, KARAWANG - Upaya mengurangi emisi karbon dan menjaga kelestarian lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan perusahaan atau pemerintah semata. Perubahan nyata harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari setiap individu.
Pesan tersebut menjadi salah satu fokus utama yang disampaikan manajemen PT Aisan Nasmoco Industri (PT ANI) dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar di kawasan industri EJIP, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (5/6/2026).
Perusahaan manufaktur komponen otomotif asal Jepang itu menegaskan komitmennya dalam mendukung pengurangan emisi global melalui berbagai langkah strategis, mulai dari pemanfaatan energi terbarukan hingga membangun budaya peduli lingkungan di kalangan karyawan.
Direktur Plant 2 PT ANI, Mr. Yagi San, mengatakan tantangan perubahan iklim saat ini semakin nyata dan menjadi persoalan yang harus dihadapi bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, perkembangan industri, modernisasi teknologi, serta meningkatnya gaya hidup praktis ikut berkontribusi terhadap kenaikan emisi karbon yang berdampak pada perubahan iklim global.
"Sebagai perusahaan, kami memiliki tanggung jawab besar untuk menurunkan jumlah emisi. Namun, aksi dari sisi korporasi saja tidak akan cukup jika tidak didukung oleh kesadaran setiap individu," ujar Mr. Yagi San.
Ia menilai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, tidak hanya di tempat kerja tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Perubahan Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Dalam kesempatan tersebut, Mr. Yagi San mengajak seluruh karyawan dan masyarakat untuk mulai melakukan aksi sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan jika dilakukan secara konsisten.
Beberapa langkah yang ia contohkan antara lain mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilih kemasan ramah lingkungan, memilah sampah sejak dari sumbernya, hingga menghemat penggunaan energi listrik.
Selain itu, perilaku berkendara yang lebih bijak juga dinilai dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar sekaligus menekan emisi gas buang kendaraan.
"Hal-hal sederhana seperti menggunakan kemasan ramah lingkungan untuk mengurangi plastik, memilah sampah, mematikan laptop yang tidak digunakan, hingga berkendara secara bijak agar hemat bahan bakar, adalah aksi nyata yang bisa kita lakukan dari diri sendiri demi masa depan kawasan industri yang lebih baik," lanjutnya.
Menurutnya, perubahan perilaku individu memiliki peran penting dalam mendukung target pengurangan emisi karbon yang saat ini menjadi perhatian dunia.
PT ANI Gunakan Energi Surya
Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap pengurangan emisi karbon, PT ANI telah mengimplementasikan berbagai teknologi ramah lingkungan dalam operasional perusahaan.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya atau solar panel.
Teknologi tersebut kini telah digunakan di Plant 1 maupun Plant 2 PT ANI yang berada di kawasan industri EJIP.
Pemanfaatan energi matahari ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional sekaligus menekan jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas produksi.
Langkah tersebut juga sejalan dengan tren industri global yang mulai beralih ke penggunaan energi bersih untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Selain penggunaan panel surya, perusahaan juga menerapkan berbagai program efisiensi energi di seluruh area operasional.
Salah satu fokus utama adalah pengurangan penggunaan energi yang tidak produktif serta optimalisasi sistem produksi agar lebih hemat daya.
PT ANI juga melakukan pengendalian penggunaan angin kompresor dalam proses manufaktur guna menekan konsumsi listrik secara keseluruhan.
Bangun Mindset Hijau di Kalangan Karyawan
Bagi PT ANI, investasi teknologi hijau saja tidak cukup untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Karena itu, perusahaan secara aktif membangun budaya peduli lingkungan melalui berbagai program edukasi kepada seluruh karyawan.
Program tersebut dijalankan oleh Departemen Safety & Environment melalui pelatihan dan sosialisasi rutin mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Tujuannya adalah membentuk pola pikir atau mindset hijau yang dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
General Manager PT ANI, Budhi Widianto, menjelaskan bahwa upaya efisiensi energi di perusahaan dimulai dari langkah-langkah sederhana yang mudah diterapkan seluruh pekerja.
Menurutnya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu menghasilkan penghematan energi yang signifikan dalam jangka panjang.
"Di dalam proses produksi, kami menerapkan perbaikan simpel. Misalnya saat jam istirahat, lampu yang tidak diperlukan dikurangi dan AC dimatikan. Jika ada 10 unit AC, kita cukup gunakan 5 saja saat istirahat guna memangkas energi yang terbuang sia-sia," jelas Budhi.
Langkah tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi biaya operasional perusahaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi seluruh karyawan tentang pentingnya efisiensi energi.
Edukasi Lingkungan hingga ke Rumah
Budhi menegaskan bahwa program pelestarian lingkungan yang diterapkan PT ANI bukan sekadar aturan internal perusahaan.
Lebih dari itu, manajemen berharap kebiasaan positif yang terbentuk di lingkungan kerja dapat dibawa dan diterapkan oleh karyawan di rumah masing-masing.
Dengan demikian, dampak positif yang dihasilkan tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga masyarakat secara luas.
"Harapan besar kami, kebiasaan positif dan efisiensi energi di dalam perusahaan ini tidak berhenti di sini, tetapi juga dibawa dan diterapkan di rumah masing-masing. Ini adalah bentuk edukasi total untuk membentuk kesadaran lingkungan yang mandiri," pungkasnya.
Komitmen PT Aisan Nasmoco Industri menunjukkan bahwa upaya menghadapi perubahan iklim memerlukan kolaborasi antara teknologi, kebijakan perusahaan, dan perubahan perilaku individu.
Melalui pemanfaatan panel surya, efisiensi energi, serta edukasi berkelanjutan kepada karyawan, PT ANI berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam mengurangi emisi karbon sekaligus mendukung terciptanya kawasan industri yang lebih hijau dan berkelanjutan. ***




