POJOKSATU.id, KARAWANG – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Sri Rahayu Agustina, S.H., menyoroti perubahan pola belajar pelajar di era digital saat ini. Ia menemukan fenomena siswa mampu menjawab soal dengan cepat, namun kesulitan ketika diminta menguraikan makna dan logika dari jawaban tersebut.

Temuan itu disampaikan Sri Rahayu saat melakukan kunjungan edukatif ke SMAN 2 Karawang. Menurutnya, derasnya arus teknologi informasi membuat sebagian siswa terbiasa menyalin referensi instan tanpa melalui proses berpikir kritis.

“Sekarang banyak anak terlihat pintar secara angka, tapi belum tentu paham isinya. Teknologi seharusnya melatih cara berpikir, bukan justru membuat kita kehilangan kemampuan berpendapat,” kata Sri Rahayu.

Baca Juga: Sri Rahayu Agustina Tanamkan Pendidikan Demokrasi di SMAN 2 Karawang

Ia menjelaskan, gadget yang berada di tangan pelajar harus dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan diri, bukan hanya sebagai alat konsumsi informasi yang mentah dan rawan memicu kesalahpahaman maupun provokasi.

Sri Rahayu mendorong agar sekolah dan siswa membangun budaya literasi digital yang sehat. Menurutnya, digitalisasi pendidikan harus diarahkan pada penguatan karakter, logika, dan daya analisis, bukan sekadar kecepatan mencari jawaban.

Tak hanya kepada siswa, pesan juga ia titipkan kepada para orang tua. Ia menilai peran keluarga sangat penting dalam mengawal kebiasaan anak di dunia digital.

“Orang tua perlu hadir, memantau penggunaan ponsel, dan mengarahkan anak agar tidak hanya mahir teknologi, tapi juga matang secara emosional dan pola pikir,” ujarnya.

Ia berharap, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dapat membentuk generasi Karawang yang tidak sekadar cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam bersikap di era digital. ***