POJOKSATU.id, KARAWANG – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang sukses menggelar kuliah tamu internasional pada Jumat (22/11/2024). Acara ini dihadiri oleh 400 mahasiswa PGSD UBP Karawang serta 25 peserta dari Jepang.
Kuliah tamu ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UBP Karawang, Dr. H. Tarpan Suparman, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme peserta yang hadir dan acara kuliah tamu Internasional ini. "Acara ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa tentang pendidikan lintas seni dan budaya, serta membangun jejaring internasional," ujar Dr. H. Tarpan.
Kerjasama juga dilakukan antara PGSD UBP Karawang dengan ORB Music Jepang yang ditanda tangan oleh Kaprodi Ayu Fitri, M.Pd denga Ceo ORB yaitu Takeuzi san, Dosen PGSD yang hadir diantaranya, Imas Mutiara Indah, M.Pd., Devi Prihamdani, M.Pd., Dr. Aang, Harmawati, M.Pd, Humairoh, M.Pd., serta dosen dari prodi lainnya.
Para peserta dari Jepang, yang merupakan bagian dari program kolaborasi pendidikan antara UBP Karawang dan mitra ORB Music dari Jepang, turut berbagi pengalaman dalam seni dan budaya Jepang. Diskusi interaktif dan saling menampilkan seni menjadi sorotan utama, menciptakan suasana yang penuh bermakna dan gembira, dari UBP Karawang yang dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Anggy dalam grup musiknya AGProduction menampilkan kesenian tradisional dari Kecapi, kendang dan suling, dari ORB Music Jepang menampilkan alat musik modern, Piano, Gitar listrik, dan Gitar akustik.
Baca Juga: PGSD FKIP UBP Karawang Gelar FGD Visi Keilmuan, Tujuan, dan Kurikulum
Acara ini terselenggara dari mata kuliah Pendidikan Seni Budaya dan Prakarya yang diampu oleh Assoc. Prof. Dr. Anggy Giri Prawiyogi, M.Pd., M.Sn dengan Artis dari Jepang Rina Aoi berkolaborasi antara musik tradisional dari Indonesia dengan musik dari Jepang membawakan lagu "KOKORO NO TOMO"
Dengan diadakannya kuliah tamu internasional ini, UBP Karawang berharap dapat memperkuat kerja sama internasional dan membuka peluang kolaborasi akademik terutama dalam seni dan budaya yang lebih luas di masa mendatang. ***




