POJOKSATU.id, KARAWANG – Di saat banyak mahasiswa masih bergantung pada orang tua untuk biaya kuliah, Delia Karya Saputra memilih jalan berbeda.
Mahasiswa Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang ini berhasil menyelesaikan kuliahnya di Program Studi Manajemen dengan predikat cum laude dan IPK 3,77. Yang membuat kisahnya menarik, seluruh perjuangan itu ia jalani sambil bekerja dan tanpa membebani orang tua.
Delia berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Karyanto Kurniawan, bekerja sebagai buruh harian lepas, sementara sang ibu, Kiki Saputra, adalah ibu rumah tangga.
Kondisi ekonomi keluarga membuat Delia sadar bahwa dirinya harus ikut berjuang jika ingin menyelesaikan pendidikan tinggi.
Karena itu, sejak semester pertama ia sudah mulai bekerja sambil kuliah.
"Dari awal masuk semester satu saya sudah kerja. Hasil kerja saya tabung buat kebutuhan kuliah," ujar Delia usai mengikuti yudisium, Selasa 2 Juni 2026.
Baca Juga: Kisah Ainun Nazwa, Lulusan SMK yang Pilih Jualan Es Cuntang Demi Ringankan Beban Orang Tua
Penghasilan yang didapat dari bekerja digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan kuliah sehari-hari. Dengan begitu, orang tuanya tidak perlu memikirkan biaya pendidikannya.
Menurut Delia, ia ingin ayah dan ibunya fokus memenuhi kebutuhan keluarga dan membesarkan adik-adiknya di rumah.
Tekad itu yang membuatnya terus bertahan meski harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, dan aktivitas organisasi di kampus.
Kerja kerasnya akhirnya membuahkan hasil. Selama menempuh pendidikan di UBP Karawang, Delia mampu mempertahankan prestasi akademik hingga berhasil lulus dengan predikat cum laude.
Baca Juga: Sah! Budi Rismayadi Dilantik Jadi Rektor UBP Karawang 2026–2030
Kini, ia tinggal menunggu momen wisuda yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juli 2026 di Resinda Hotel & Ballroom Karawang.
Bagi Delia, hari wisuda nanti bukan hanya tentang dirinya. Ada sosok ayah dan ibu yang ingin ia bahagiakan lewat keberhasilannya meraih gelar sarjana.
"Ini wisuda untuk mereka juga. Bukti anaknya nggak nyerah walau kondisi terbatas," kata Delia dengan mata berkaca-kaca.
Kehadiran kedua orang tuanya di hari wisuda nanti menjadi hadiah terbesar bagi Delia setelah bertahun-tahun berjuang menyelesaikan kuliah.
Kisah Delia menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menyerah. Dengan kemauan, kerja keras, dan tanggung jawab, impian untuk meraih pendidikan tinggi tetap bisa diwujudkan.
Perjuangan mahasiswa UBP Karawang ini juga menjadi inspirasi bagi banyak anak muda bahwa kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh kondisi keluarga, tetapi oleh seberapa kuat seseorang mau berusaha dan bertahan menghadapi tantangan. ***




