POJOKSATU.id, KARAWANG — Gelombang aksi unjuk rasa kembali terjadi di kawasan industri Karawang International Industrial City (KIIC). Sejak Senin (1/12), PT TJ Forge Indonesia didatangi massa dari sejumlah organisasi masyarakat yang mempersoalkan kerja sama pengelolaan limbah pabrik. Aksi dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (5/12).

Kuasa Hukum PT TJ Forge Indonesia, Jajat Darojat, SH, membenarkan adanya demonstrasi tersebut. Ia menjelaskan, protes muncul akibat keputusan perusahaan mengakhiri kerja sama dengan satu perusahaan pengelola limbah yang sebelumnya menjadi mitra.

“Dalam surat pemberitahuan yang kami terima, aksi berlangsung selama lima hari. Tuntutan mereka berkaitan dengan pembatalan keputusan pemutusan kerja sama pengelolaan limbah,” ujar Jajat, Rabu (3/12).

Terkait alasan penghentian kontrak, Jajat menegaskan pihaknya tidak bisa membuka informasi lebih jauh. Menurutnya, persoalan itu telah masuk ranah inti perkara yang tidak bisa dipublikasikan.

“Kami tidak dapat menyampaikan detailnya karena sudah masuk substansi hukum,” singkatnya.

Aktivitas perusahaan disebut ikut terdampak akibat massa yang berunjuk rasa di depan gerbang utama. Jajat menyebut, kendaraan pengangkut bahan baku dan armada distribusi sempat terhambat keluar masuk area pabrik.

Baca Juga: Polres Karawang Selidiki Penemuan Jasad di Apartemen PP Urban Town

“Ini jelas mengganggu operasional. KIIC merupakan kawasan objek vital nasional, jadi dampaknya bukan hanya ke perusahaan kami, tapi juga perusahaan lain di sekitar lokasi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kawasan industri sebenarnya sudah menyediakan ruang aspirasi atau titik penyampaian pendapat tanpa harus menghambat operasional industri.

“Jika ada pihak yang ingin berpendapat, sudah ada tempatnya. Tidak perlu menutup akses utama,” kata Jajat.

Baca Juga: Bangkai Pesawat yang Jatuh di Karawang Dibawa ke Curug untuk Investigasi KNKT

Jajat juga menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi munculnya aksi serupa di masa depan. Ia menilai, kondisi tersebut dapat mengganggu rasa aman investor dan berdampak negatif pada iklim investasi Karawang.

“Jika pola seperti ini terus terjadi, investor bisa merasa tidak nyaman. Ini tentu merugikan iklim investasi daerah,” tuturnya.

PT TJ Forge Indonesia pun meminta Polres Karawang untuk menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung, serta memastikan aktivitas perusahaan tidak lumpuh.

“Yang kami utamakan adalah jangan sampai muncul tindakan anarkis atau perusakan,” tutup Jajat. ***