POJOKSATU.id, KARAWANG – Di usia 73 tahun, Bah Mudi harus menjalani perjuangan berat yang tak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatannya. Lansia asal Perum Cibungur Indah, RT 001/RW 014, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang itu juga hidup di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi rumah yang jauh dari kata layak.

Bah Mudi diketahui mengidap gagal ginjal kronis dan harus rutin menjalani cuci darah demi mempertahankan kesehatannya. Namun di balik perjuangan melawan penyakit tersebut, ada kenyataan lain yang tak kalah memprihatinkan.

Rumah yang ditempatinya bersama keluarga saat ini tidak memiliki fasilitas kamar mandi dan WC yang layak digunakan. Septic tank yang sudah lama mampet membuat keluarga tidak dapat memanfaatkan toilet di rumah.

Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan buang air, Bah Mudi dan anggota keluarga lainnya terpaksa menggunakan fasilitas WC yang berada di masjid sekitar.

"Kalau ke WC, bapak harus ke masjid. Untuk air bersih kami masih meminta bantuan kepada tetangga," ujar Depi, anak Bah Mudi.

Tak hanya persoalan sanitasi, keluarga juga menghadapi kesulitan mendapatkan akses air bersih. Hingga saat ini mereka belum memiliki sumur sendiri sehingga masih mengandalkan bantuan dari warga sekitar.

Baca Juga: SMAN 5 Karawang Jajaki Kerja Sama dengan Bank BJB, Dukung Program Sekolah Maung

Depi menuturkan kondisi ekonomi keluarga menjadi alasan utama belum dilakukannya perbaikan rumah maupun pembangunan fasilitas dasar yang dibutuhkan.

Menurutnya, kebutuhan sehari-hari keluarga hanya mengandalkan penghasilan suaminya dan sang adik yang bekerja serabutan sebagai kuli serta berjualan es teh poci.

Pendapatan yang diperoleh setiap hari sebagian besar habis untuk kebutuhan makan dan kebutuhan pokok lainnya. Sementara untuk membangun septic tank baru maupun membuat sumur bor, keluarga mengaku belum memiliki kemampuan finansial.

"Penghasilan yang ada hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk memperbaiki rumah dan membuat sumur kami belum mampu," katanya.

Padahal, keberadaan septic tank dan sumur bor menjadi kebutuhan mendesak agar keluarga dapat hidup lebih layak dan memiliki akses sanitasi yang memadai.

Meski hidup dalam kondisi serba kekurangan, keluarga tetap berusaha mendampingi Bah Mudi menjalani pengobatan secara rutin. Mereka berharap kondisi kesehatan sang ayah dapat terus terjaga meski harus menghadapi berbagai keterbatasan.

Rumah yang mereka tempati diketahui memiliki dokumen kepemilikan berupa Akta Jual Beli (AJB). Namun seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan semakin memprihatinkan dan belum mampu diperbaiki karena keterbatasan biaya.

Dengan penuh harap, Depi meminta perhatian dari Pemerintah Kabupaten Karawang agar kondisi yang dialami keluarganya dapat dilihat secara langsung.

"Kami hanya berharap ada yang datang melihat keadaan bapak, terkhusus Pak Bupati Aep. Mudah-mudahan ada perhatian dan bantuan agar rumah ini bisa lebih layak untuk ditempati," ungkapnya.

Kisah Bah Mudi menjadi gambaran bahwa masih ada warga yang harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi kesehatan yang terus menurun. Bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga akses terhadap air bersih, sanitasi yang layak, dan tempat tinggal yang aman.

Kini keluarga hanya bisa berharap ada uluran tangan dari pemerintah maupun para dermawan agar Bah Mudi dapat menjalani hari-harinya dengan lebih nyaman dan bermartabat di usia senjanya. ***