POJOKSATU.id, KARAWANG – Suasana dini hari di Kelurahan Plawad, Karawang, seharusnya telah lengang dan sunyi. Namun pemandangan berbeda justru terlihat saat jarum jam menunjukkan pukul 01.00 WIB. Seorang bocah perempuan bernama Asma masih berada di pinggir jalan, memeluk tumpukan roti yang belum laku terjual.

Asma ditemukan oleh petugas Linmas yang tengah berjaga. Tubuhnya tampak kelelahan, matanya sayu, namun ia masih bertahan di tengah sepinya malam. Bukan karena keinginan, melainkan karena rasa takut yang menghantuinya.

Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Plawad, Hendra Wijaya. Tanpa menunggu lama, Hendra langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sang anak.

Dari keterangan yang diperoleh, Asma mengaku tidak berani pulang sebelum seluruh dagangan rotinya habis. Ancaman kekerasan menjadi alasan utama ia memilih bertahan di jalan hingga larut malam.

Baca Juga: 11 Tahun Menanti Kepastian, Warga Tegal Mutiara Indah Adukan Pengembang ke Ketua DPRD Karawang

“Anak ini menyampaikan bahwa dirinya dipaksa berjualan sampai roti habis. Jika tidak, ia mengaku akan dipukul. Pengakuan itu juga kami rekam sebagai bukti,” ujar Hendra Wijaya saat dikonfirmasi, Selasa (10/2).

Rasa takut itulah yang membuat Asma tetap berada di luar rumah, meski waktu sudah sangat larut dan tubuh kecilnya terlihat letih. Ia memilih menahan lelah dibanding harus menghadapi ancaman saat pulang.

Melihat kondisi tersebut, Hendra bersama unsur keamanan setempat langsung mengambil langkah cepat. Keselamatan fisik dan mental anak menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, Asma diketahui merupakan warga asal Kecamatan Telagasari. Ia tercatat sebagai siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Telagasari.

“Kami fokus memastikan anak ini bisa pulang ke rumah dengan aman. Dalam prosesnya, kami juga berkoordinasi dan melaporkan kejadian ini kepada Babinsa serta Bhabinkamtibmas setempat,” jelas Hendra.

Asma akhirnya diantarkan pulang ke rumahnya pada malam itu juga. Meski demikian, persoalan ini tidak berhenti sampai di situ. Dugaan adanya kekerasan dan eksploitasi terhadap anak di bawah umur menjadi perhatian serius.

Pihak LPM Plawad menyatakan akan melimpahkan kasus ini kepada aparat dan pemangku kebijakan di wilayah Telagasari untuk dilakukan penelusuran dan penanganan lebih lanjut.

“Kami menyerahkan tindak lanjutnya kepada pihak berwenang di wilayah asal anak tersebut. Yang terpenting, malam itu anak sudah dalam kondisi aman,” pungkas Hendra. ***