POJOKSATU.id, KARAWANG - Di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat Kelurahan Karawang Wetan, terdapat sosok remaja yang mencuri perhatian karena semangat dan kegigihannya dalam mencari penghasilan sendiri.

Remaja tersebut adalah Ainun Nazwa (17), alumni SMK Negeri 2 Karawang asal Desa Tamiang, Kecamatan Rawamerta, yang memilih menekuni usaha kecil-kecilan dengan berjualan Es Cuntang dan seblak.

Keputusan Ainun untuk berwirausaha di usia muda bukan tanpa alasan. Saat sebagian teman sebayanya masih menikmati masa libur setelah lulus sekolah, ia justru memilih mengisi waktunya dengan kegiatan yang produktif sekaligus menghasilkan uang.

Menurut Ainun, keterbatasan usia menjadi salah satu alasan dirinya belum bisa bekerja di perusahaan atau pabrik seperti kebanyakan pencari kerja lainnya.

“Sekarang kan aku belum cukup umur buat kerja di PT. Daripada di rumah terus dan bosan, mending jualan. Lumayan juga buat tambahan kebutuhan sehari-hari,” ujar Ainun saat ditemui di lapaknya, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: Momen Prabowo dan Megawati Bergandengan Tangan Jadi Sorotan, PDIP Sebut Persahabatan Tulus Melampaui Politik

Di balik senyum ramah yang selalu ia tunjukkan kepada pelanggan, tersimpan keinginan besar untuk membantu perekonomian keluarga.

Ayah Ainun diketahui bekerja di bidang furnitur dengan membuat jendela, sementara sang ibu sehari-hari berjualan seblak. Kondisi tersebut membuat Ainun tergerak untuk ikut berjuang membantu orang tuanya.

“Tujuan aku jualan sebenarnya buat bantu orang tua juga, terutama meringankan kerja Mama,” tuturnya.

Lapak sederhana yang ia jalankan kini menjadi sumber aktivitas hariannya. Setiap pagi, Ainun sudah mulai bersiap sejak pukul 09.00 WIB untuk melayani pembeli yang datang silih berganti.

Aktivitas berdagang tersebut bahkan bisa berlangsung hingga pukul 21.00 WIB malam. Tidak jarang ia pulang lebih cepat apabila seluruh dagangannya sudah habis terjual.

Baca Juga: Akselerasi Kesiapan Kerja Dunia Digital, Hacktiv8 Gelar Pelatihan AI Gratis Maju Bareng AI

Meski harus menjalani jam kerja yang cukup panjang, Ainun mengaku menikmati setiap proses yang dijalaninya. Baginya, berinteraksi dengan pelanggan menjadi pengalaman berharga yang memberikan banyak pelajaran tentang kehidupan.

Perempuan muda asal Rawamerta itu mengatakan, momen yang paling membuatnya bahagia adalah ketika lapaknya ramai dikunjungi pembeli.

“Saya paling senang kalau lagi ramai. Seru pas melayani pelanggan. Kita juga harus kasih pelayanan terbaik supaya mereka puas,” katanya.

Semangat kerja keras yang ditunjukkan Ainun menjadi gambaran nyata bahwa generasi muda mampu menciptakan peluang meski menghadapi berbagai keterbatasan.

Di saat belum memiliki kesempatan memasuki dunia kerja formal, Ainun memilih membuka jalan sendiri melalui usaha mikro yang dijalankannya dengan penuh kesungguhan.

Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak anak muda bahwa kesuksesan tidak selalu harus dimulai dari pekerjaan besar. Niat baik, kerja keras, dan kemauan membantu keluarga bisa menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih baik.

Melalui segelas Es Cuntang yang ia jual setiap hari, Ainun tidak hanya menawarkan kesegaran bagi para pelanggan. Lebih dari itu, ia menghadirkan pelajaran berharga tentang kemandirian, tanggung jawab, dan perjuangan seorang anak untuk membahagiakan orang tuanya.

Di usia yang masih sangat muda, Ainun Nazwa membuktikan bahwa semangat bekerja dan membantu keluarga tidak mengenal batas usia. ***