POJOKSATU.id, KARAWANG – Penutupan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Jami Nurul Huda, Lingkungan Rawabagi, Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, diwarnai momen menarik pada Sabtu (14/3/2026).
Dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, secara langsung menguji hafalan salah satu santri cilik bernama Nabila Bidayah (7 tahun) di hadapan para jemaah dan orang tua santri.
Nabila yang merupakan lulusan Pesantren Tarbiyatul Wildan tampil percaya diri ketika diminta melantunkan hafalan Surat An-Naba.
Di hadapan ratusan jemaah, santri berusia tujuh tahun itu mampu membaca ayat demi ayat dengan lancar dan fasih, sehingga langsung mendapat tepuk tangan serta apresiasi dari para hadirin.
“Alhamdulillah, saat ditalar Surat An-Naba, ananda Nabila masih sangat ingat dan memahami bacaannya. Bacaan Al-Qur’annya juga sangat lancar,” ujar Endang Sodikin usai menguji hafalan santri tersebut.
Baca Juga: Sanlat Angkatan Kelima di Masjid Nurul Huda Karawang Ditutup, 105 Santri Raih Sertifikat
Ia menilai keberhasilan santri dalam menghafal Al-Qur’an menjadi bukti bahwa pembinaan selama kegiatan pesantren kilat memberikan hasil nyata bagi perkembangan anak-anak.
Menurutnya, fokus kegiatan Sanlat yang menitikberatkan pada baca tulis Al-Qur’an serta hafalan (talaran) merupakan investasi penting dalam membangun karakter generasi muda.
“Ini merupakan investasi besar bagi masa depan anak-anak kita. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi standar di setiap masjid di Kabupaten Karawang,” katanya.
Endang juga mendorong agar kegiatan pesantren kilat terus digalakkan di lingkungan masyarakat, sehingga waktu ibadah puasa anak-anak dapat diisi dengan kegiatan yang bermanfaat.
“Saya berharap setiap masjid dapat menggelar pesantren kilat. Waktu puasa anak-anak harus diisi dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan agama,” tambahnya.
Baca Juga: Lurah Palumbonsari Apresiasi Pesantren Kilat Ramadan di Masjid Jami Nurul Huda
Ia juga menekankan pentingnya membiasakan anak-anak untuk dekat dengan masjid sejak usia dini, khususnya pada rentang usia 5 hingga 9 tahun.
Selain itu, Endang memberikan pesan kepada pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Nurul Huda agar terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program pesantren kilat pada tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, dukungan masyarakat yang berasal dari lingkungan permukiman maupun kawasan perumahan di sekitar Rawabagi menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan peserta kegiatan.
“Partisipasi warga dari dua RW di sini sudah sangat baik. Ke depan, kami berharap DKM terus mengajak lebih banyak masyarakat agar kegiatan ini bisa diikuti oleh lebih dari 100 peserta,” ujarnya.
Ia pun berharap Masjid Jami Nurul Huda dapat menjadi contoh bagaimana masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan pendidikan generasi muda.
“Kita ingin Rawabagi menjadi contoh lingkungan yang menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan karakter bagi anak-anak,” pungkasnya. ***




