POJOKSATU.id, KARAWANG – Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, menegaskan bahwa penanaman 5.000 pohon mangrove di kawasan pesisir merupakan langkah strategis untuk melindungi wilayah pantai dari ancaman abrasi yang terus menggerus pemukiman warga.
Menurut Endang, aksi penanaman mangrove tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab politik Partai Gerindra setelah mendapatkan kepercayaan besar dari masyarakat Karawang dalam kontestasi legislatif.
“Penanaman mangrove ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjaga lingkungan sekaligus melindungi masyarakat pesisir dari dampak abrasi,” ujar Endang Sodikin di sela kegiatan penanaman mangrove di Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Karawang yang sebelumnya telah melakukan relokasi terhadap puluhan warga terdampak abrasi sebagai bentuk perlindungan jangka pendek bagi masyarakat pesisir.
Baca Juga: Gedung Holiwings Hampir Rampung, Pemkab Karawang Kecolongan, Aktivis: Jangan Tunggu Warga Marah!
Endang menilai, upaya penanganan abrasi harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan banyak pihak. Penanaman mangrove disebutnya sebagai solusi alami yang efektif untuk memperkuat garis pantai sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris DPC Partai Gerindra Karawang itu juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Karawang yang telah memberikan dukungan politik hingga Gerindra berhasil menduduki posisi pimpinan DPRD Kabupaten Karawang.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah besar. Kami ingin memastikan amanah itu diwujudkan dalam kerja nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung,” tegasnya.
Kegiatan penanaman 5.000 mangrove yang dipusatkan di wilayah pesisir Desa Cemara Jaya ini turut dihadiri Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, serta melibatkan partisipasi aktif warga setempat sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah, legislatif, partai politik, dan masyarakat.
Endang berharap gerakan penanaman mangrove ini tidak berhenti pada satu momentum, tetapi terus berlanjut sebagai upaya bersama menjaga pesisir Karawang dari ancaman abrasi di masa mendatang. ***




