POJOKSATU.id, KARAWANG – Inovasi pertanian perkotaan hadir dari tempat yang tak biasa. Dak beton sebuah madrasah di Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, kini berubah menjadi kebun cabai produktif dengan ratusan tanaman yang tumbuh subur.

Lahan yang sebelumnya hanya berupa atap kosong itu kini dipenuhi deretan polibag berisi cabai rawit. Total sekitar 500 pohon cabai telah ditanam dan dirawat secara intensif. Dari atas gedung, tanaman tersebut tampak hijau menyala di tengah dominasi bangunan perkotaan.

Penggagas kebun ini adalah Sumarna, kader Partai Gerindra Kabupaten Karawang. Ia menyebut pemanfaatan atap bangunan menjadi lahan tanam merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

“Ketahanan pangan tidak harus menunggu lahan luas. Ruang sempit pun bisa dimanfaatkan kalau ada kemauan,” ujar Sumarna saat ditemui di lokasi, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, konsep kebun atap atau “Kebun Langit” ini tidak sekadar proyek pribadi. Ia menggandeng pengurus masjid setempat untuk mengelola hasil panen secara bersama. Skema yang disepakati adalah pembagian hasil 60 persen untuk pengelola dan 40 persen untuk kas masjid.

Baca Juga: Truk Kontainer Terguling Timpa Minibus di Karawang, 3 Orang Tewas

Model ini diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi berbasis infaq produktif. Hasil penjualan cabai nantinya akan membantu pembiayaan kegiatan keagamaan serta operasional masjid.

Selain untuk kas masjid, cabai yang dipanen juga diproyeksikan menyuplai kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Plawad dan sekitarnya. Dengan begitu, hasil pertanian lokal bisa langsung dimanfaatkan untuk mendukung program pemerintah di tingkat lingkungan.

Sumarna optimistis kebun cabai di atas atap ini dapat menjadi contoh pemanfaatan ruang terbatas di kawasan perkotaan. Ia berharap warga lain di Karawang mulai melirik atap rumah atau bangunan sebagai lahan tanam alternatif.

“Kalau ini berhasil dan terus berkelanjutan, bukan tidak mungkin Plawad bisa menjadi percontohan pertanian urban skala lingkungan,” katanya. ***