POJOKSATU.id, KARAWANG – Sebuah fenomena langka menghiasi Perumahan Grand Nouval Pasadena, Desa Karangsari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang.

Seorang warga Perumahan, Agus Chimung, secara tak terduga menemukan bunga yang mirip dengan bunga bangkai atau Raflesia Arnoldi di belakang rumah kosong. Kejadian ini telah memikat perhatian penduduk setempat dan menciptakan keheranan.

Agus Chimung, yang pertama kali menemukan tumbuhan yang menyerupai bunga bangkai ini, menjelaskan bahwa penemuan ini berawal saat ia sedang mencari paralon tak terpakai di belakang rumah kosong.

Baca Juga: Kabar Baik! BPJS Kesehatan Karawang Batal Terapkan Sistem Zonasi

"Saat itu saya menemukan bunga yang sangat mirip dengan bunga bangkai. Saya langsung tertarik dan penasaran," ujar Agus dengan antusias.

Untuk menjaga agar bunga ini mekar, Agus memberi tumbuhan tersebut siraman air.

"Saya tak yakin apakah ini benar-benar bunga bangkai atau bukan, karena baunya mirip dengan buah sawo. Tetapi ketika saya mencarinya di Google, bentuknya sangat identik dengan bunga bangkai," tambahnya.

Baca Juga: 7 Cafe Murah Meriah di Karawang tapi Bikin Pasangan Hepi, Ada yang Outdoor dan Romantis

Meskipun Agus dan para tetangga telah mengklaim bahwa ini adalah Bunga Bangkai, namun tidak ada aroma busuk atau tanda-tanda aneh lainnya yang tercium selama tumbuh dan mekar.

Proses perawatan pun dilakukan dengan cermat. Agar tumbuhan unik ini terus berkembang, Agus dan warga setempat telah menutup pintu rumah kosong tempat bunga ini berada, untuk melindunginya dari potensi kerusakan.

Baca Juga: 7 Cafe Kopi di Karawang Tempat Hits Nongki Ada yang cuma 3K, Penikmat Kopi Wajib Coba

"Kami belum melaporkan penemuan ini kepada pihak berwenang, karena kami belum yakin pada siapa seharusnya melaporkannya," jelas Agus.

Bunga misterius yang menyerupai Rafflesia Arnoldii ini memiliki tinggi sekitar 40 centimeter dengan diameter 20 centimeter.

Baca Juga: Sekda Karawang Sepakat Laporkan Kasus Perusakan Pagar DPRD ke Polisi

Namun, kelopak bunga berwarna merah tua ini saat ini tampak layu, tanpa menunjukkan tanda-tanda aroma tak sedap yang biasanya terkait dengan bunga bangkai.

Fenomena alam yang jarang terjadi ini telah mengundang perhatian masyarakat setempat, dan keberadaannya menjadi bahan pembicaraan hangat di wilayah tersebut.

Baca Juga: Sebanyak 71 hektar Lahan di Karawang Diajukan Penerbitan Sertipikat

Warga pun menunggu dengan antisipasi untuk melihat perkembangan lebih lanjut dari bunga misterius ini. ***